Life
Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Wednesday, November 22, 2017

Kenapa Kimia itu Sangat Menyenangkan Dan Penting Untuk Saya ?



"Saya sangat menyukai Pelajaran Kimia Sampai sekarang"

Pelajaran Kimia ? Apakah kalian menyukai Kimia ? Pelajaran Kimia merupakan salah satu pelajaran yang sangat saya sukai dan saya bisa ketika di SMA dahulu, bahkan Kesukaan saya terhadap Kimia juga salah satu alasan yang menuntun saya bisa menjadi seorang Sarjana Gizi seperti sekarang. Kimia sangatlah mudah dan menyenangkan bukan ? Haha

Saya sangat suka pelajaran kimia, menurut saya kimia itu mudah dan menyenangkan ? bukankah memang begitu ? (Haha). Alasan non-sense (It’s so ridiculous) kenapa saya menyukai Kimia adalah karena dalam Kimia terdapat nama saya di sebuah senyawa, terdapat nama Tio di senyawa tersebut. Ketika saya menemukan hal tersebut, damn, I’m shocked, I feel famous (Hyperbolic phrasing haha). Maksudku bagaimana bisa ada nama Tio di senyawa kimia dan saya baru tahu ketika saya belajar kimia di SMA. Ternyata selain Tio atau Theo yang berarti berkah Tuhan, ternyata nama saya juga mempunyai arti lain dalam Bahasa Yunani yaitu theion yang berarti Sulfur (One of the coolest fact that I ever got)


Alasan pribadi saya kenapa saya menyukai Kimia adalah karena menurut saya Kimia itu tidak seperti Matematika yang isinya hanya perhitungan saja atau seperti biologi yang hanya hafalan saja,. Pada waktu itu Kimia dan Fisika merupakan dua pelajaran IPA yang saya sukai dan saya bisa,namun jika harus memilih maka saya lebih menyukai Kimia. Memang Fisika dan Kimia adalah pelajaran yang saya sukai dan saya lebih bisa pada pelajaran tersebut dibandingkan pelajaran Matematika, namun tetap saja menurut saya dulu Fisika itu lebih sulit dibandingkan Kimia karena Fisika harus lebih bermain logika dan pemikiran dan pemahaman yang lebih dalam.

"Kimia itu mudah dan menyenangkan, Haha"


Jika harus diranking pelajaran – pelajaran yang saya bisa kerjakan dengan mudah waktu SMA dahulu maka Kimia (dan Bahasa Inggris & Indonesia) menempati ranking paling atas, kemudian dilanjutkan Fisika, lalu Biologi dan Matematika. Entah bagaimana bisa, mungkin karena jika saya sudah senang dengan suatu hal maka saya akan dengan mudah untuk mempelajarinya dan mengerjakan soal – soal dari pelajaran tersebut.

Kesukaan saya terhadap kimia juga merupakan salah satu alasan besar yang menuntun saya mengambil jurusan S1 Ilmu Gizi, ya bisa dibilang masih terdapat sangkut paut antara kimia dengan Ilmu Gizi yaitu tentang Kimia Makanan. Ilmu Gizi juga diharuskan mengetahui senyawa – senyawa organic zat gizi, kita harus mempelajari dan mengetahui teori – teori kimia dasar, serta terdapat praktikum yang menantang dan sangat menyenangkan (and tiring too) yang harus diikuti.

Waktu dahulu saya mendaftar SBMPTN tedapat 3 jurusan yang sebenarnya sangat berbeda namun jika dianalisis lebih dalam lagi maka kalian akan mendapatkan benang merah antara ketiganya. Ketika itu, saya mendaftarkan diri ke tiga jurusan dan perguruan tinggi yang berbeda. Saya memilih jurusan Teknik Geologi Universitas Padjajaran (UNPAD) , Ilmu Gizi  Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Pendidikan Kimia Universitas Lampung (UNILA). Terlihat benang merahnya ? Ya benang merahnya adalah Kimia, Teknik Geologi mempunyai dasar Kimia Tanah, Ilmu Gizi mempunyai dasar Kimia Makanan dan Organik, serta Pendidikan Kimia (Obvious jadi Guru). Waktu dulu sebenarnya Passing Grade Ilmu Gizi UNDIP dan Kedokteran Gigi UNPAD hampir sama (sama – sama 34 – 35 % kalau saya tidak salah ingat) dan ibu saya menyarankan saya untuk mengambilnya, namun karena saya sudah memilih Teknik geologi UNPAD jadi saya tidak mendaftar Kedokteran Gigi UNPAD (there’s a bit regret but that’s okay).


Alasan saya juga tidak mengambil Kedokteran Gigi UNPAD adalah karena ekonomi keluarga (My Mother is Single Parent with Three Kids) dan karena Pendidikan Kedokteran Gigi itu membutuhkan waktu yang sangat lama yaitu sekitar 7 tahun untuk bisa selesai dan mendapatkankan gelar drg. jadi saya memilih Ilmu Gizi UNDIP. Waktu terus berlalu dan tes SBMPTN di mulai dan mulai menunggu pengumuman SBMPTN 2013. Singkat cerita ketika hari H pengumuman datang, ternyata saya ditolak Teknik Geologi UNPAD sebagai pilihan pertama saya, namun saya diterima di pilihan ke dua saya di Ilmu Gizi UNDIP. I’m happy of course, because I learn so many things in Nutrition Science, so regret aside.


So that’s it, that’s one of my journey. Pelajaran Kimia merupakan pelajaran yang saya sukai sejak dulu, hanya karena alasan yang tidak jelas dan sangat non-sense saya sangat menyukai kimia. Semoga artikel ini dapat menginspirasi anda. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan isikan di boks komentar yang telah disediakan dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi – informasi terbaru dari Blog ini. Sekian dan Terimakasih



Author of Dee Nutrition’s Blog

Destio D. Fahrizki


Share:

Tuesday, November 21, 2017

Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro dan Kota Semarang (Part 4)

Kehidupan Perkuliahan di Universitas Diponegoro

Untuk part 4 kali ini akan masuk membahas cerita saya sebagai mahasiswa di salah satu universitas terkenal dan keren di Indonesia yaitu Universitas Diponegoro


Akhirnya Menjadi Mahasiswa di Universitas Ternama di Kota Semarang

Menjadi Salah Satu Mahasiswa di salah satu Universitas Besar di Indonesia adalah hal yang sangat membanggakan untuk saya dan keluarga. Saya diterima dan menjadi mahasiswa di Universitas Diponegoro Kota Semarang, Jawa Tengah. Universitas Diponegoro atau yang sering disingkat dan dipanggil Undip merupakan salah satu Universitas besar negeri di Indonesia. Undip merupakan salah satu universitas negeri yang menduduki posisi 6 sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, ya terkadang naik turun namun 5 besar dan 6 besar, namun tetap tidak dapat dipungkiri bahwa Universitas Diponegoro  adalah salah satu universitas ternama, terbaik dan hebat di Indonesia.

Saya diterima di Universitas Diponegoro ? tentu saja saya sangat bangga akan hal itu. Saya sangatlah bangga karena bisa masuk ke salah satu universitas favorit di Indonesia dan terfavorit di Kota Semarang tersebut. Saya sebagai orang Lampung bisa kuliah di luar ‘negeri’ sendiri itu adalah hal yang sangat menyenangkan dan menantang bagi saya. Menjadi salah satu siswa yang diterima di salah satu universitas besar adalah hal yang membanggakan, karena di Lampung tidaklah banyak orang – orang yang diterima di universitas – universitas besar di Jawa. Selain itu ada mindset bahwa lebih baik kuliah di yang dekat saja atau di Lampung saja. Saya tidak ingin mengikuti mindset tersebut dan tidak ingin kuliah di Lampung.

Lampung memiliki satu universitas negeri yaitu Universitas Lampung (Unila) (oh sekarang ada 3 yaitu ditambah UIN Radin Intan dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA)), namun saya tidak ingin kuliah disana karena Unila memiliki peringkat universitas yang jauh dari peringkat 10 besar, sepertinya saat itu berada di posisi 20an dan saya tidak ingin kuliah disana. Alasan lainnya juga karena saya ingin merasakan hidup sendiri dan merantau, merasakan bagaimana hidup sendiri dan jauh dari keluarga yang selalu membantu.

Sejak dahulu terdapat banyak hal yang membuat saya diremehkan oleh banyak orang,  ya saya bukanlah siswa yang genius dan banyak yang merendahkan dan mengatakan bahwa saya tidak akan mungkin bisa kuliah di universitas besar. Ya mungkin mereka benar, saya hanyalah seorang yang biasa – biasa saja, namun ada satu sifat yang dari dahulu saya miliki. Saya adalah orang yang ambisius dan jika saya sudah serius dan benar – benar ingin mendapatkan sesuatu maka saya akan melakukan apapun dan memaksimalkan potensi saya untuk bisa mendapatkan apa yang saya inginkan. Ketika pengumuman SBMPTN keluar, saya mematahkan semua anggapan dan remehan dari orang – orang dan berhasil masuk di Universitas Diponegoro.


Mengenal Beragam Suku & Budaya di Perkuliahan

Kuliah di salah satu universitas terbesar dan terfavorit se Indonesia berarti juga akan banyak orang yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia kuliah di Undip bukan ? Di Undip saya mengenal orang – orang yang berasal dari tempat yang belum pernah saya kunjungi, seperti bagian atas Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan bahkan Papua. Di Undiplah saya bisa mengenal beragam suku dan budaya yang dibawa masing – masing orang ketika berkuliah di Undip

Jurusan saya sendiri terdapat mahasiswa berasal dari banyak provinsi. Angkatan saya terdapat mahasiswa yang berasal dari Kalimantan dan juga Sulawesi, bahkan ada juga berasal dari Papua atau Aceh (namun tidak seangkatan dengan saya). Memang kebanyakan yang berkuliah di Undip berasal dari Jawa khususnya Jawa Tengah, namun tidak sedikit pula yang berasal dari provinsi – provinsi lain diluar pulau Jawa.

Masa perkuliahan di Undip membuat saya banyak mengenal budaya – budaya dari beragam suku di Indonesia, walaupun saya belum pernah kesana setidaknya saya dapat mengetahuai atau dapat mengenal berbagai macam kebudayaan dari teman – teman seangkatan dan atau sejurusan dengan saya di Undip. hal ini tentunya semakin memperkaya pengetahuan saya tentang bermacam – macam budaya dari berbagai macam suku di Indonesia. Saya juga bisa mendengarkan beberapa macam logat ataupun Bahasa dari masing – masing suku ketika kuliah di Undip. Semua itu menjadi pengalaman tersendiri bagi saya dan menjadi nilai tambah kenapa harus kuliah di Universitas Diponegoro sebagai salah satu universitas terfavorit dan terbaik se Indonesia.

Kuliah di  Undip membuat saya memiliki banyak teman dari berbagai macam provinsi yang membawa budaya dan Bahasa mereka masing – masing.


Terpisah Jauh dari Kampus Utama


Undip awalnya berada di tengah Kota Semarang kampus utamanya, namun sekarang kampus undip yang ada ditengah kota yang dulunya menjadi kampus utama sekarang dialihkan untuk program magister dan doctoral undip sedangkan kampus utama pindah ke atas kota semarang, tepatnya di Tembalang. Oleh karena itu, kampus utama sering disebut dengan kampus atas atau tembalang, sedangkan kampus di tengah kota sering disebut dengan kampus bawah atau kampus pleburan atau kampus pascasarjana undip.

Jurusan Ilmu Gizi FK Undip merupakan jurusan yang masih terbilang baru, dari 3 jurusan jurusan Ilmu Gizi merupakan jurusan yang paling ‘muda’ dibandingkan jurusan kedokteran umum dan keperawatan. Karena saat itu belum terdapat lahan dan gedung untuk jurusan Ilmu Gizi di kampus utama Tembalang, Jurusan Ilmu Gizi selama beberapa tahun menempati gedung  Fakultas Kedokteran Lama yang ada di areal Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang, jadi saya selama 3.5 tahun berkuliah disana dan hidup di tengah Kota Semarang. Sama seperti Undip, karena dulu Undip berada di bawah, Fakultas Kedokteran juga berada dibawah namun tidak berada di areal kampus Pleburan, melainkan berada di areal Rumah Sakit Dr. Kariadi, Selama bertahun – tahun FK Undip berada di bawah dan ketika Undip pindah ke atas, jurusan pertama dari Fakultas Kedokteran Undip yang tinggal diatas terlebih dahulu adalah jurusan Keperawatan, disusul Jurusan Kedokteran Umum pada tahun 2013, dan Jurusan Ilmu Gizi pada tahun 2017 ini. Sekarang karena program S1 sudah harus berada di areal kampus utama tembalang, akhirnya semuanya juga harus pindah keatas.

Jurusan Ilmu Gizi masih baru tinggal di kampus utama Tembalang, baru tahun 2017 awal tahun Ilmu Gizi kuliah di gedung baru yang ada di Tembalang. Tentunya karena semua ini ada satu masalah yang saya dapatkan, yaitu saya tidak begitu mengenal Undip dengan baik karena saya selama kuliah berada jauh dari kampus utama Undip di Tembalang


Tidak Banyak yang Saya Tahu tentang Undip


Sebagai mahasiswa Ilmu Gizi Undip yang 3.5 tahun berkuliah jauh dari kampus utama dan hanya 0.5 atau satu semester kuliah di kampus utama Tembalang, tentu saja banyak hal dan informasi yang dilewatkan. Karena hal tersebut membuat saya tidak mengenal kampus saya sendiri. Jadi Jarak antara kampus utama Tembalang dan kampus saya di RSUP Dr. Kariadi itu cukup jauh dengan perjalanan hingga 30 – 45 menit jika menggunakan kendaraan bermotor, tentunya karena jarak yang jauh mana mungkin saya bisa pergi ke kampus utama, apalagi jika tidak ada kegiatan yang mengharuskan saya pergi ke kampus utama saya tidak akan pergi ke sana.

Selama 3.5 tahun saya kuliah dibawah, bisa dihitung dengan jari berapa kali saya pergi ke kampus utama, jawabannya sangat sedikit dan ini tentunya membuat saya tidak tahu banyak hal tentang Undip itu sendiri. Jujur jika saya ditanya tentang Undip saya tidak banyak tahu, karena saya begitu awam dengan Kampus Undip, saya bahkan lebih mengenal Fakultas Kedokteran Lama dan Rumah Sakit Dr. Kariadi dibandingkan Undip karena sangking lamanya kuliah dan hidup dibawah dan berkuliah di RSUP Dr. Kariadi.

Saya baru mengenal Undip setelah perkuliahan Ilmu Gizi pindah ke kampus baru di atas dan bisa merasakan kehidupan di kampus utama selayaknya seperti mahasiswa Undip biasa, saya sudah sedikit mengenal Undip dan beragam lokasi – lokasi baik di Undip maupun disekitarnya, saya sedikit tahu tentang spot – spot atau tempat makanan yang enak dan sering digunakan untuk berkumpul atau bersantai Bersama dan masih banyak hal lain yang saya dapatkan, namun tetap saja itu tidaklah banyak dan saya harus menerima fakta bahwa saya tidak begitu mengenal universitas saya sendiri.Ya, mau bagaimana lagi, karena memang nasibnya begitu, tidak ada yang bisa disalahkan dari semuanya karena semuanya sudah terjadi bukan ?

Sekian untuk part 4 dari Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro dan Kota Semarang. Nantikan part selanjutnya hanya di Dee Nutrition’s Blog. Jangan lupa subcribe melalui email dan like fan’s page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi dan artikel terbaru dari blog ini.


Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan kirimkan pertanyaan anda dengan mengisinya dikolom komentar yang ada dibawah. Sekian dan Terimakasih
Share:

Monday, November 20, 2017

5 (Lima) Tips Strategi Agar Bisa Rajin Belajar


Belajar itu Susah

Anda suka belajar ? Berapa lama anda belajar ? Apakah anda menyukai belajar semua pelajaran ? atau hanya beberapa mata pelajaran yang kalian suka ? Masing – masing orang akan menjawab pertanyaan – pertanyaan diatas dengan berbeda – beda, namun ada satu hal yang mungkin memiliki anggapan sama, belajar itu tidak pernah mudah. Jika Belajar itu mudah, maka semua orang suka belajar dan akan mampu menguasai banyak sekali ilmu dan pengetahuan dari proses pembelajaran tersebut.

Secara umum, belajar dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mencari informasi atau mempelajari sebuah pengetahaun, sebuah proses untuk mendapatkan pengetahuan dari tidak tahu menjadi tahu. Belajar sangatlah penting bagi kita karena untuk bisa mendapatkan berbagai pengetahuan dan pengalaman, maka belajar adalah sebuah keharusan untuk semua orang.

Walaupun belajar itu penting, nyatanya tidak semua orang menyukai belajar. Bagaimana dengan saya ? saya suka belajar namun hanya beberapa mata pelajaran spesifik seperti Matematika dan Ipa, Teknologi Informasi serta Bahasa Inggris yang membuat saya suka belajar mata pelajaran tersebut. Sisanya ? terkadang saya belajar terkadang saya tidak belajar karena malas.

Kenapa orang tidak suka belajar ? ya mungkin sudah lelah dan mual mungkin karena setiap hari sudah belajar di sekolah, dan ketika harus belajar lagi ketika di rumah, tentunya akan banyak godaan dan rintangan yang membuat kita tidak mau belajar. Padahal belajar di sekolah dan belajar di rumah adalah satu hal yang berbeda.

Saya sendiri jika saya tidak memotivasi diri saya sendiri untuk belajar, mungkin saya juga akan malas untuk belajar, lebih baik melakukan sesuatu yang menyenangkan dibandingkan belajar ber jam – jam, terkadang pikiran – pikiran diatas tadi selalu merayu saya untuk membuat saya menjadi malas untuk belajar namun satu hal yang selalu saya pegang teguh adalah bahwa faktanya belajar itu membawa dampak baik bagi kita dibanding dampak buruknya. Belajar rutin dan baik mampu membuat kita lebih pintar, dan pada akhirnya memiliki dampak yang baik bagi kita untuk menggapai impian kita dan menjadi sukses. Semua orang termasuk saya ataupun kalian pasti ingin menjadi sukses bukan ? maka jika kalian bukan orang jenius dengan IQ lebih dari 150 jangan berharap untuk dapat menggapai kesuksesan tanpa belajar dan kerja keras. Meraih mimpi dan menjadi sukses haruslah melalui belajar yang rajin dan kerja keras, Itulah kesenangan jangka panjang yang kita dapatkan jika kita rajin belajar dan bersungguh – sungguh.

Kita malas belajar untuk melakukan berbagai kegiatan yang hanya memberikan kesenangan sesaat bagi kita, dan tanpa kita sadari ketika kita malas untuk belajar maka kesenangan jangka panjang yang kalian akan semakin jauh untuk bisa didapatkan. Jika kita malas belajar, maka akan membuat kita untuk susah meraih impian kita yang sudah kita impikan sejak dahulu. Jika kita malas untuk belajar maka pada akhirnya semuanya akan sia – sia saja dan anda akan menyesali semua kemalasan dan kebodohan anda memilih untuk tidak belajar rajin dari dulu, penyesalan yang akan menempel pada diri kita seumur hidup kita.

Jadi ayolah, belajar mungkin tidaklah mudah namun pada akhirnya jika anda rajin belajar dan bersungguh – sungguh, maka di masa depan nanti kalian akan mendapatkan atau menggapai impian yang kalian cita – citakan sejak dulu. Carilah cara belajar anda sendiri, buatlah lingkungan belajar yang membuat anda nyaman, manfaatkan segala fasilitas untuk menunjang proses belajar anda lebih optimal dan lebih baik. Cari tahu anda merupakan Night Owl atau Early Bird, apa itu Night Owl dan Early Bird ?

Kamu Tipe Manusia Night Owl atau Early Bird ?



Apa itu Night Owl dan Early Bird? Sebutan – sebutan tersebut merupakan sebutan untuk seseorang untuk membedakan seseorang dari jam aktifnya untuk mengerjakan atau melaksanakan suatu kegiatan secara optimal, yaitu ada Early Bird yang melaksanakan kegiatan lebih optimal dan baik ketika waktu pagi dan siang hari, dan Night Owl yang melaksanakan kegiatannya pada waktu menjelang malam dan tengah malam. Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing – masing.

Ada satu fakta menarik antara keduanya, yaitu jumlah orang – orang yang termasuk atau menganut Early Bird lebih banyak dibandingkan Night Owl. Hanya terdapat sedikit atau tidak begitu banyak Night Owl

Saya sendiri memiliki waktu belajar sendiri, karena saya termasuk jenis manusia “Night Owl” yaitu lebih suka melakukan kegiatan, menyelesaikan pr/tugas serta belajar waktu malam hari. Berbeda dengan “Early Bird” yang melakukan semuanya di pagi dan siang hari, “Night Owl” cenderung melakukan belajar dan mengerjakan tugas ketika malam tiba hingga tengah malam.

Ada kelemahan dari seorang manusia “Night Owl” yaitu ketika waktu sekolah atau waktu kuliah tiba, maka sepanjang hari “Night Owl” akan merasa ngantuk dan tidak akan bisa fokus terhadap pelajaran. Kelemahan Night Owl dapat ditutupi dengan banyak hal, saya sendiri karena saya tahu bahwa ketika kuliah saya akan mengantuk saya akan merekam setiap materi kuliah – kuliah penting agar saya bisa mereview ulang pelajaran yang saya ngantuk ketika pagi hari tadi. Selain cara merekam materi kuliah, untuk membuat saya tetap sadar ketika saya kuliah, tak ayal saya sering mengonsumsi minuman kafein seperti the atau kopi, atau saya izin pergi ke toilet untuk mencuci wajah agar segar dan mengantuknya hilang. Cara – cara tadi terkadang ampuh untuk saya dapat fokus dan tidak mengantuk ketika kuliah, namu walau begitu masih kadang – kadang juga saya tetap merasakan kantuk dan alhasil saya akan tertidur beberapa saat dan tidak bisa mengikuti perkuliahan seperti biasanya.

Strategi Belajar yang Harus Diterapkan


Dibawah ini merupakan beberapa cara yang saya pribadi lakukan ketika saya belajar, inti dari hal – hal yang saya lakukan dibawah ini adalah bertujuan untuk membuat proses belajar saya lebih baik, menarik, mampu menangkap informasi/pengatahuan lebih cepat dan lebih banyak serta untuk menangkal berbagai godaan – godaan yang membuat kita malas untuk belajar. Sebenarnya saya membaca banyak sekali tips – tips strategi belajar untuk bisa belajar lebih baik dan lebih optimal tanpa adanya gangguan yang berarti, namun beberapa hal dibawah ini adalah hal – hal yang selalu saya lakukan dalam strategi belajar saya.

1. Tentukan Anda itu Night Owl atau Early Bird


Anda termasuk yang mana ? seperti yang sudah dijelaskan diatas, orang – orang Early Bird dan Night Owl itu berbeda dalam melaksanakan kegiatan, termasuk dalam belajar. Orang early bird cenderung lebih suka melakukan belajar di pagi dan siang hari sedangkan night owl cenderung melakukannya menjelang malam sampai tengah malam. Hal ini penting karena untuk mengatur jam belajar kalian akan tergantung tipe apa kalian. Saya sendiri adalah seorang Night Owl, atau memilik kecenderungan sebagai Night Owl, saya lebih suka melakukan kegiatan dimana tidak banyak orang berlalu Lalang dan mengganggu saya, lalu keadaan yang tenang dan tidak rebut serta tidak terlalu banyak suara - suara yang membuat saya jadi tidak fokus belajar.

2. Matikan Semua Gangguan atau Distraksi Ketika anda Belajar



Matikan semua gangguan yang membuat anda malas untuk belajar, matikan paket data smartphone anda atau jika anda benar – benar tidak ingin diganggu matikan smartphone anda ketika anda belajar. Jika anda kerja atau belajar menggunakan Laptop, yakinkan diri anda untuk tidak melakukan kegiatan lain ketika belajar. Belajar menggunakan laptop itu seperti pisau bermata dua, jika anda tidak bisa menghalau godaan – godaan kegiatan sedenter seperti bermain games, menonton tv, video atau film di laptop maka proses belajar anda akan terganggu dan malah anda lebih memilih melakukan kegiatan – kegiatan bermalas – malasan tersebut dibanding belajar. Saran lain yang bisa dilakukan adalah jika anda ingin belajar menggunakan laptop atau pc, jangan gunakan laptop pribadi anda yang berisi games, tv, video atau film sehingga tidak akan ada godaan – godaan untuk melakukannya, gunakanlah atau pinjamlah laptop orang tua anda atau gunakan pc keluarga jika anda punya.

3.  Jauhi Kegiatan Belajar Anda dari Kasur Anda


Ini adalah salah satu cara untuk membuat kita tidak malas – malasan atau malah membuat kita ketiduran ketika kita sedang belajar. Ketika kita belajar di Kasur, tentu malah akan membuat kita nyaman dan malas belajar lalu akhirnya kita lebih memilih untuk tidur – tiduran kemudian jadi ketiduran sampai besok pagi, alhasil kegiatan belajar kita terganggu. Ketiduran ketika belajar di Kasur akan lebih berbahaya jika ada tugas yang harus diselesaikan dan dikumpul besok harinya namun karena ketiduran akhirnya tidak selesai atau selesai tetapi tugasnya sangat jelek dan tidak maksimal. Belajarlah di meja belajar, atau jika anda memiliki ruang belajar sendiri, pergilah belajar di ruang belajar anda dan jauhi Kasur. Jika anda merupakan mahasiswa kos, carilah kost – kostan yang memiliki meja belajar jika tidak ada belilah meja belajar mini dan belajarlah dilantai beralaskan karpet, jangan belajar di Kasur karena ujung – ujungnya akan membuat anda malas, tidur – tiduran dan akhirnya ketiduran

      4. Buatlah Jadwal Rutin untuk Belajar lalu Disiplinlah




Rutinitas adalah suatu hal yang pasti jika kita ingin rajin belajar. Rencanakan jadwal belajar anda dengan matang. Jam berapa anda belajar ? berapa lama anda belajar dalam sehari ? apa – apa saja yang akan dipelajari atau tugas yang harus diselesaikan ketika proses belajar hari ini ? semua hal – hal tadi harus dibuat dan ditanamkan pada diri kita. Jadwal atau kegiatan belajar juga tergantung dari tipe manusia seperti apa anda ? (Baca Poin pertama), apakah anda termasuk Night Owl ? atau Early Bird ? Hal ini akan mempengaruhi jadwal belajar anda. Setelah kita selesai membuat jadwal belajar kita, maka disiplin dan konsistenlah dengan jadwal yang telah anda buat. Disiplin dan konsistensi adalah sesuatu yang penting untuk membuat kita bisa belajar dengan baik. Disiplin dan konsisten dengan jadwal belajar kita akan membuat proses belajar menjadi sebuah rutinitas sehari – hari anda dan anda akan dengan mudah untuk belajar.

5. Cobalah Cara Belajar dengan Pomodoro Technique


Ini adalah Teknik yang saya gunakan agar saya tetap bisa belajar tanpa membuat saya bosan, Pomodoro Technique merupakan cara belajar dimana terdapat adanya jeda istirahat selama beberapa menit untuk sedikit melakukan kegiatan refreshing atau bersenang – senang ketika kita belajar. Teknik ini menjelaskan bahwa melakukan proses belajar secara terus menerus tanpa adanya stop atau refreshing malah akan membuat kita stress dan informasi yang kita dapatkan menjadi kurang optimal.
Pribadi saya sendiri juga merasakannya efek dari Teknik Pomodoro. Dahulu ketika saya belum melakukan Teknik ini ketika belajar, saya belajar berjam – jam tanpa istirahat sebentar dan akhirnya membuat banyak lebih tertekan dan tidak senang dengan belajar, lalu kadang membuat saya jadi malas untuk belajar.

Dasar dari Teknik Pomodoro ini sederhana membagi – bagi kegiatan belajar anda menjadi beberapa bagian dan tiap bagian terdapat adanya break selama 5 – 10 menit sebelum kembali belajar. Misalnya anda dalam sekali belajar itu ada 3 jam setiap hari, daripada anda langsung belajar non-stop 3 jam dengan Teknik Pomodoro ini harus dibagi bagi. Jadi 3 jam tersebut dibagi menjadi belajar selamat 30 – 45 menit per sesi lalu sebelum sesi selanjutnya dimulai anda bisa melaksanakan break atau istirahat selam 5 – 10 menit lalu kemudian dilanjutkan untuk belajar lagi. Ketika anda istirahat, anda dapat melakukan banyak hal, bermain games, menonton video pendek, membuka media social, baca komik, atau bahkan tidur selama 10 menit. Setelah istirahat selesai, anda harus pergi belajar lagi, kegiatan ini dilakukan secara berulang ulang sampai waktu belajar anda habis.

Saya sendiri merasakan perbedaan sebelum dan sesudah saya menggunakan Teknik belajar Pomodoro seperti saya belajar dengan tidak begitu stress dan tertekan, saya masih dapat bersenang – senang ketika belajar, dan informasi atau pengetahuan yang saya dapatkan juga lebih banyak, pelajaran – pelajaran yang saya pelajari jadi lebih masuk ke dalam otak saya dibandingkan ketika saya tidak menggunakan Teknik ini. Jadi tunggu apalagi ? buktikan sendiri Teknik Pomodoro ini jika anda tidak percaya dengan saya ? percayalah, Teknik ini akan banyak menguntungkan anda dan membuat proses belajar lebih ‘menarik dan menyenangkan’ dan membuat anda tidak tertekan atau stress karena belajar terus tanpa henti – hentinya. Satu hal lain yang harus dilakukan adalah disiplin dan konsistensi, jika waktu istirahatnya sudah berakhir maka langsunglah pergi untuk belajar lagi, jangan malah tetap asyik – asyikan dan terlalu lama bersitirahat. Kunci dari Pomodoro ini adalah disiplin dan jangan terlena terlalu lama ketika anda istirahat, saran saya adalah jangan terlalu sebentar atau terlalu lama beristirahat, saya terkadang memberikan waktu istirahat selama 10 – 15 menit sebelum saya belajar lagi. Waktu istirahat yang terlalu lama dapat membaut anda jadi malas – malasan dan akhirnya malah tidak jadi belajar.

Bagaimana ? apakah anda tetap tidak ingin belajar ? atau kalian lebih termotivasi untuk belajar ? Mari belajar dan terus belajar karena dengan belajar bersungguh – sungguhlah kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.  Jangan pernah menyerah untuk belajar, karena pada akhirnya seseorang membutuhkan belajar untuk bisa sukses dan menggapai impiannya. Belajar adalah sebuah proses yang sulit, namun jika kita bisa melakukannya maka impian kita sudah pasti akan kita gapai di masa depan nanti. Belajarlah, bekerja keras dan bersungguh – sungguh untuk menggapai impianmu.

Jangan lupa subscribe dan like fans page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi – informasi terbaru dari blog ini. Jika ada yang ingin ditanyakan atau anda ingin menyampaikan sesuatu silahkan kirimkan dengan menulisnya di box komentar yang ada di bawah.


Share:

Friday, November 17, 2017

Latihan dan Belajar Intensif Untuk Persiapan Test IELTS


Saya sudah lulus dan dinyatakan resmi menjadi seorang sarjana gizi. Rencana saya selanjutnya tentu saja menggapai cita – cita saya sejak dulu yaitu menjadi seorang dosen. Sejak kecil saya memang sudah ingin menjadi seorang guru dan satu – satunya cara saya menjadi seorang guru atau dosen di universitas adalah dengan melanjutkan ke jenjang S2 (Master). Impian saya yang saya selalu inginkan adalah impian bisa melanjutkan studi dan hidup di luar negeri.

"Saya harus bisa menggapai impian saya untuk bisa berkuliah di luar negeri"


Saya harus bisa serius karena ini bersangkutan dengan impian dan cita – cita saya. Saya tidak bisa bermalas- malasan dan membuang semua waktu saya untuk kegiatan – kegiatan yang tidak berguna. Saya harus serius dan bersungguh – sungguh agar saya dapat mencapai cita – cita dan mendapatkan apa yang saya inginkan sejak dulu.



Salah satu syarat untuk bisa berkuliah di luar negeri adalah memilik kemampuan berbahasa inggris yang baik. Untuk dapat membuktikan apakah kemampuan berbahasa inggris kita baik atau tidak, maka kita membutuhkan sebuah tes, tes yang dapat dilakukan adalah tes TOEFL dan test IELTS
Mulai bulan ini, saya sudah mulai intensif belajar mengenai teori dan tips – tips dalam ujian TOEFL dan IELTS. Saya harus bisa mendapatkan nilai atau band TOEFL dan IELTS setinggi – tingginya dan melewati batas minimal untuk bisa mendaftar beasiswa dan jurusan Master di luar negeri.

"Tidak ada yang tidak mungkin jika kita kerja keras, rajin belajar dan bersungguh - sungguh"


Jalan untuk menggapai impian tidak akan pernah mudah. Tidak ada seseorang yang mampu menggapai impiannya atau cita – citanya tanpa berkorban banyak hal atau tanpa kerja keras dan bersungguh – sungguh. Semuanya membutuhkan proses yang lama dan untuk mencapainya tidak ada cara yang mudah.

Saya sudah membuat sebuah rutinitas harian saya untuk bisa belajar dan berlatih intensif IELTS/TOEFL. Saya memutuskan untuk berlatih secara otodidak tanpa les karena biaya les yang mahal dan saya bukan berasal dari keluarga yang kaya raya. Biaya tes IELTS dan TOEFL itu mahal dan jika saya tidak bersungguh – sungguh dalam belajar dan latihan maka saya akan membuang waktu dan uang saya dan semakin mempersulit saya untuk bisa menggapai impian saya.

Dibawah ini adalah log aktivitas minggu saya untuk belajar dan latihan intensif TOEFL/IELTS



Terdapat satu kendala yang harus saya kalahkan yaitu kemalasan saya. Saya sangat mudah untuk bermalas – malasan dan menunda – nunda suatu pekerjaan atau kegiatan. Saya sangat mudah untuk tidak melakukan apapun dan bermalas – malasan sepanjang hari. Saya harus bisa melawan kemalasan tersebut dan bersungguh – sungguh dalam belajar. Tidak akan bisa mendapatkann sesuatu yang saya inginkan jika saya bermalas – malasan dan menunda – nunda sesuatu. Kesempatan memang banyak, namun kesempatan itu memiliki batas dan jika kita terus bermalas – malasan maka kita akan terlambat untuk mengambil kesempatan tersebut dan akhirnya kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Hanya terdapat kekecewaan dan penyesalan dari semua itu. Sebuah penyesalan yang akan terus teringat sampai ujung hayat.



Bagaimana dengan anda ? apakah anda juga sama dengan saya sedang mempersiapkan untuk melanjutkan studi s2/master dan sedang latihan intensif TOEFL/IELTS ? ceritakan cerita atau pengalaman anda melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jika terdapat pertanyaan, kritik dan saran, silahkan kirimkan melalui kolom komentar juga.


Jangan lupa subscribe melalui email dan like fan’s page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi – informasi terbaru dari blog ini. Sekian dan terimakasih


Author of Deenutrition’s Blog

Destio D. Fahrizki 
Share:

Wednesday, November 15, 2017

Belajar Bahasa Inggris Itu Susah, Susah, Gampang



Apa yang ada dalam benak and ajika mendengar kata Bahasa inggris? Apakah anda menyukai Bahasa inggris ? jika ia berarti anda sama seperti saya. Sejak kecil saya sangat menyukai Bahasa inggris karena menurut saya dulu orang – orang yang bisa berbahasa inggris itu sangat keren (bahkan sampai sekarang saya masih menganggap hal tersebut keren). Ketika seseorang bisa berbahasa inggris (atau Bahasa internasional lainnya) pasti akan ada sebuah kebanggaan tersendiri dalam dirinya.

Bahasa inggris itu keren, benarkan ? Jujur saja ketika saya melihat orang – orang yang sangat lancar dalam berbicara Bahasa inggris benar – benar membuat saya terpana, bukan karena orangnya namun karena kemampuannya dalam berbicara Bahasa inggris. Saya terpana karena sejak dulu saya benar – benar ingin bisa berbahasa inggris dan menguasainya. That’s one of the most coolest thing that I ever see in my life. Melihat seseorang yang bukan native tetapi bisa atau bahkan pintar berbahasa inggris benar – benar yang membua saya tidak pernah bosan untuk melihat dan mendengarnya.

Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Internasional


Bahasa Inggris sebagai salah satu Bahasa Internasional jelas – jelas  saat ini sudah seperti keharusan untuk bisa mempelajarinya.  Sadar tidak sadar, sejak dulu hingga sekarang kita sudah terpapar dengan Bahasa inggris sejak kecil. Sejak bangku sekolah dasar (SD) hingga bangku kuliah kita akan terus bertemu dengan pelajaran Bahasa inggris, benar – benar dapat dilihat bahwa Bahasa inggris memang mau tidak mau adalah sebuah keharusan ketika kita berada di dunia professional atau dunia pekerjaan nantinya. Percayalah, jika anda ingin menjadi seseorang yang hebat maka belajar dan menguasai Bahasa inggris adalah sebuah keharusan.

Cita – Cita Studi dan Hidup di Luar Negeri



Cita – cita atau keinginan saya sejak kecil adalah saya bisa studi dan hidup di luar negeri, merasakan indahnya bisa tinggal disana untuk waktu yang cukup lama. Saya sejak dulu sampai sekarang masih terus membayangkan bagaimana rasanya bisa hidup disana selama kurun waktu tertentu. Keinginan saya untuk bisa studi di luar negeri adalah sebuah keinginan seumur hidup namun ada satu hal yang harus di pahami. Untuk dapat menggapai impian tersebut, ada salah satu syarat yang harus dipenuhi yaitu saya harus bisa dan menguasai Bahasa inggris.

Susahnya untuk bisa Menguasai Bahasa Inggris



Saya benar – benar ingin pintar berbahasa inggris, namun sejak dulu saya tidak bisa ber Bahasa inggris dengan baik, apalagi pada bagian menulis (writing) dan berbicara (speaking) dalam Bahasa inggris. Secara dasar kemampuan Bahasa inggris kita itu dibagi menjadi empat yaitu Mendengarkan (Listening), Membaca (Reading), Menulis (Writing) dan Berbicara (Speaking). Untuk dapat dikatakan bisa berbahasa inggris, seseorang haruslah mampu menguasai semua bagian tersebut. Saya sendiri sampai saat ini memiliki kesusahan dengan bagian Writing dan Speaking.

1. Kemampuan Listening dan Reading


Untuk kemampuan Listening, Saya sejak dulu terus melatih kemampuan Listening saya dengan mendengarkan music atau radio berbahasa inggris, melihat dan mendengarkan serial tv/acara/film yang berbahasa inggris. Sebagai anak yang memang kegiatan menonton tv dan bermain komputer adalah kesehariannya sejak dulu, maka paparan Bahasa inggris untuk bisa melatih Listening saya terus berkembang.

Kemampuan Reading saya asah dan saya latih dengan meningkatkan kegemaran saya membaca buku/novel/majalah/artikel/jurnal berbahasa inggris. Sejak kecil saya sudah menyukai membaca novel atau komik berbahasa inggris ketimbang Indonesia, karena seperti yang sudah saya katakana sebelumnya saya ingin benar – benar bisa menguasai Bahasa inggris dan ingin studi di luar negeri. Sampai sekarang saya tetap terus membaca dalam Bahasa inggris, saya lebih prefer untuk membaca sebuah buku/novel/majalah/artikel/jurnal yang berbahasa inggris.


2. Masalah pada Kemampuan Writing dan Speaking


Sekarang masalah yang saya hadapi adalah masalah pada kemampuan Writing dan Speaking saya. Saya masih sulit untuk bisa meningkatkan kemampuan Writing saya karena memang kemampuan saya dibidang menulis masih sangat terbatas dan saya belum rajin dalam mengasah kemampuan menulis saya. Saya memang sejak dulu sudah suka menulis namun itu menulis bebas, ketika dihadapkan pada menulis dengan cara penulisan yang terstruktur dan formal, otak saya langsung kepanasan dan akhirnya membuat saya menyerah atau putus asa dalam meningkatkan kemampuan writing saya.

Masalah kedua dalam writing adalah masalah Grammar, saya suka Bahasa inggris namun tidak Teori atau Grammar, pelajaran itu sangatlah membosankan. Saya memang benar – benar mudah untuk menjadi bosan pada pelajaran (yang memang membosankan) bersifat teoritis dan menghafal. Belajar sebentar saja sudah membuat saya mengantuk. Sejak dulu mungkin saya tidak benar – benar serius dalam mempelajari grammar. Terdapat satu ungkapan yang sejak saat itu menggugah saya yaitu “Jika kita memang ingin pintah berbahasa inggris maka mempelajari menguasai tata Bahasa inggris/Grammar adalah sebuah keharusan dan hal yang mutlak”. Sejak saat itu saya mulai sampai sekarang saya mulai intensif untuk mempelajari grammar agar bisa saya pahami dan kuasai.

Masalah Vocabulary bukanlah sebuah masalah untuk saya karena saya sejak dulu adalah seorang pemain Scrabble. Tentu saja untuk bisa memenangkan pertandingan saya harus bisa menghafal banyak kosa kata beserta artinya agar bisa memenangi pertandingan yang diikuti. Saya sudah bermain scrabble sejak dulu dan sudah banyak kosa kata – kosa kata dasar yang sudah saya tahu dan mengerti artinya dan yang harus saya kuasai selanjutnya adalah masalah Grammar.

Untuk dapat melatih kemampuan menulis saya baik dalam Bahasa Indonesia ataupun Bahasa inggris, saya memutuskan untuk menjadi seorang blogger dan aktif dan rutin menulis sebagai seorang blogger. Saya menganggap menjadi seorang blogger akan terus memotivasi saya untuk terus menulis dan melatih kemampuan saya dalam writing dan semoga saya bisa menjadi lebih baik dalam menulis di masa depan. Menjadi seorang Blogger membantu dan menuntut saya untuk terus menulis secara rutin, disiplin dan konsisten oleh karena itu saya mengganggap keputusan saya menjadi seorang Blogger adalah keputusan yang tepat.

Untuk kemampuan speaking, saya sejak dulu adalah orang – orang yang minder dan kurang percaya diri ketika berbicara di depan. Rasanya ketika saya berbicara di depan umum atau khalayak ramai maka rasa grogi saya akan memuncak dan membuat saya ketakutan untuk bertanya atau berbuat kesalahan sehingga saya tidak berani berbicara di depan. Masalah ini adalah masalah yang benar – benar saya ingin hilangkan hingga saat ini namun masih belum bisa menghilangkannya.
Sampai saaat ini saya masih mencoba untuk membuat saya lebih berani dan berani mengambil risiko, saya harus bisa berbicara di depan public atau khalayak ramai tanpa rasa grogi atau takut salah. Sejak awal kuliah saya mulai memberanikan diri saya untuk bisa melakukan presentasi, bertanya ketika presentasi, berdiskusi di forum, bertanya di seminar dan pelatihan. Semua hal tersebut saya lakukan untuk bisa mengatasi rasa grogi saya dalam berbicara.

Cara lainnya untuk saya bisa mengasah kemampuan berbicara (speaking) baik dalam Bahasa Indonesia ataupun inggir adalah saya memutuskan untuk ingin menjadi seorang Youtuber dan membuat personal vlog channel saya sendiri di Youtube. Saat ini saya sedang mempersiapkan semuanya dan semoga saja bulan ini saya bisa memulainya.

Menguasai Bahasa Inggris Memang Susah



Menguasai Bahasa inggris memang susah, kecuali anda memang merupakan seorang native atau lahir atau tinggal di luar negeri yang menggunakan Bahasa inggris, maka jangan berharap anda bisa ber Bahasa inggris dengan mudah. Terdapat banyak rintangan, tantangan, dan masalah yang menghadang jika kita benar – benar ingin menguasai Bahasa inggris. Tidak ad acara mudah atau jalan pintas untuk bisa berbahasa inggris. Jika kita ingin menguasai suatu kemampuan maka kerja keras, ketekunan, dan kesungguhan kita akan sangat menentukan apakah kita bisa menguasai kemampuan tersebut atau tidak. Latihlah diri anda untuk bisa melakukan sesuatu dengan kesungguhan dan keseriusan maka anda akan bisa menguasai banyak kemampuan di masa depan. 

Saya harus berjuang keras karena menguasai Bahasa inggris adalah syarat yang harus bisa saya penuhi jika saya benar – benar ingin studi dan hidup di luar negeri. Saya akan berjuang keras dan tidak akan menyerah sampai saya bisa mendapatkan apa yang saya inginkan sejak dulu. Gampang berbahasa inggris itu kalau kita berlatih secara rutin dan konsisten setiap hari maka berbahasa inggris akan menjadi lebih gampang.


Sekian untuk artikel kali ini, jika ada pertanyaan, kritik ataupun saran bisa anda kirimkan melalui kolom komentar yang ada di bawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi – informasi terbaru dari blog ini. Sekian dan terimakasih.

Author of Dee Nutrition’s Blog

Destio D. Fahrizki

Share:

Sunday, November 12, 2017

5 (Lima) Hal yang Terjadi Selama 4 Tahun Kuliah


Apakah anda sedang kuliah ? atau anda sudah selesai kuliah seperti saya? Anda ingin melanjutkan studi anda ke jenjang yang lebih tinggi lagi atau memilih untuk bekerja terlebih dahulu? jika anda sudah lulus dan berencana untuk melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya, maka kita berdua sama. Saya saat ini telah selesai menempuh jenjang Sarjana saya dan sedang bersiap – siap untuk melanjutkan ke jenjang Master tahun 2018 nanti. Akhirnya saya bisa menyelesaikan masa studi sarjana saya selama kurang lebih 4 tahun.

"Menjadi Seorang Mahasiswa Biasa yang Cukup Sibuk"


Akhirnya saya di wisuda dan telah menjadi seorang Sarjana di bidang Ilmu Gizi. Selama 4 tahun lamanya (3 tahun 11 bulan tepatnya) saya menempuh masa kuliah, melalui berbagai macam rintangan, tugas, dan berbagai macam masalah lainnya ketika saya kuliah. Akhirnya semuanya selesai.

Banyak hal yang terjadi ketika saya kuliah di jurusan Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Banyak kejadian yang terus membuat saya semakin ingin cepat selesai dari kuliah. Tentunya banyak hal dan kejadian yang terjadi dan saya alami ketika 4 tahun kuliah. Terdapat pengalaman yang menyenangkan, menegangkan, menyedihkan, dan menyakitkan yang tentunya menguras energi dan pikiran saya selama kuliah.


1. Mahasiswa Biasa yang Cukup Sibuk



Saya merupakan seorang mahasiswa yang biasa – biasa saja, saya tidak terlalu menonjol ketika saya kuliah. Dibandingkan ketika SMA dulu, ketika saya kuliah saya lebih memusatkan diri untuk bisa lulus ‘normal’ maksimal 4 tahun dan mendapatkan nilai IP dan IPK setinggi – tingginya sebisa saya. Walaupun begitu bukan berarti saya tidak memiliki kegiatan lainnya ketika saya di kampus. Selama 4 tahun saya kuliah, saya mengikut berbagai macam kegiatan seperti masuk menjadi anggota Himpunan Mahasiswa, menjadi anggota pers mahasiswa Fakultas, mengikuti berbagai lomba, seminar dan pelatihan, serta merasakan bagaimana menjadi seorang asisten dosen di laboratorium.

2. Menjadi Anggota Himpunan dan Anggota Pers Mahasiswa



Saya tetap ikut menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi di tingkat Prodi, saya berada di divisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) yang mengurusi segala hal berbau media dan informasi. Saya tidak pintar desain, namun saya bisa desain karena saya merupakan anak komputer. Saya bisa desain vector seperti membuat sticker, poster, leaflet, brosur, booklet dan semacamnya. Saya juga bisa videografi dan editing video dan audio, serta memiliki basis pengetahuan mengenai Bahasa pemrograman android dan HTML/XML.  Selama kurun waktu 2 tahun ikut organisasi saya terus mengasah kemampuan saya. Ketika kuliah juga saya sering ikut kepanitiaan dan bisa di tebak ketika masuk ke kepanitiaan saya masuk ke divisi dokumentasi dan media (karena hal tersebut adalah hal yang saya bisa lakukan dengan baik).


Ketika saya kuliah juga saya pernah ikut Lembaga pers fakultas kedokteran Undip bernama Impuls dan dari sana saya dipacu untuk bisa belajar lebih mengenai dasar – dasar pengelolaan website serta pemrograman HTML/XML. Jika dibilang masa kuliah saya biasa – biasa juga, mungkin bisa dianggap bisa namun bukan berarti saya adalah seorang mahasiswa yang hanya memikirkan belajar tanpa mengasah kemampuan soft skill saya (karena soft skill juga sangat dibutuhkan ketika saya bekerja nanti)


3. Mengikuti Berbagai Lomba, Seminar dan Pelatihan



Saya juga pernah mengikuti berbagai macam lomba, seminar dan pelatihan selama saya kuliah di jurusan Ilmu Gizi FK Undip. Sebenarnya saya tetap mengikuti lomba – lomba selama saya kuliah, namun frekuensinya jauh lebih menurun dibandingkan dulu ketika saya di SMA dan menjadi seorang pemain Scrabble. Sayangnya, lomba – lomba yang saya ikuti belum pernah berhasil dimenangkan. Ya mungkin belum kesempatan dan belum waktunya dan bukan rezekinya. Oleh karena itu saya tidak begitu kecewa walaupun saya kalah. Saya tetap ambil hikmah dan pelajaran yang saya dapat ketia saya mengikuti lomba.

Sebagai mahasiswa yang cukup kutu buku, tentu saja saya saya sangat suka ikut seminar. Sudah puluhan seminar yang saya ikut selama kurun waktu 4 tahun di bangku perkuliahan. Berbagai macam seminar saya ikut yang tentunya berhubungan dengan program studi keilmuan saya yaitu gizi, makanan dan kesehatan. Terdapat seminar lain yang saya ikuti yang didalamnya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan soft skill saya diluar keilmuan saya seperti seminar media dan jurnalistik. Semua seminar yang saya ikuti tentu saja menarik dan juga melatih saya untuk bisa bertanya di depan umum dan membuat saya bisa lebih percaya diri untuk berpendapat atau bertanya di depan khalayak ramai.

Selain seminar saya juga mengikuti berbagai pelatihan- pelatihan yang baik terkait dengan program studi saya maupun diluar program keilmuan saya. Saya pernah mengikuti program pelatihan kepemimpinan ketika awal menjadi mahasiswa dan ketika saya masuk menjadi anggota himpunan, mengikuti program pelatihan Basic Life Support di Rumah Sakit dr. Moewardi ketika saya praktik, mengikuti program pelatihan jaminan sistem halal yang diselenggarakan oleh MUI dan mengikuti program pelatihan media (Penggunaan Corel Draw, Illustator, Adobe Premiere, Adobe After Effect) serta program pelatihan jurnalistik. 

Berbagai macam lomba, seminar dan pelatihan yang saya ikuti tentunya sangat bermanfaat bagi saya. Selain bisa menambah wawasan saya mengenai program keilmuan saya di bidang gizi dan kesehatan, saya juga bisa melatih dan memiliki kemampuan soft skill dan kemampuan di bidang lain seperti pembuatan media dan juga jurnalistik. Semua hal tersebut sangatlah mengasyikan dan mewarnai kehidupan perkuliahan saya selama 4 tahun saya berkuliah.


4. Menjadi seorang Asisten Dosen di Laboratorium



Ketika Kuliah saya juga pernah menjadi asisten dosen laboratorium pada pelajaran PSG (Penentuan/Penilaian Status Gizi) pada tahun terakhir saya kuliah. Saya menyambi melaksanakan penelitian dan menyelesaikan tugas akhir saya sembari menjadi asisten laboratorium. Saya melakukan hal tersebut karena saya ingin tetap aktif sehingga saya bisa tetap semangat dalam melaksanakan penelitian saya dan menyelesaikan karya tulis ilmiah untuk tugas akhir saya. Banyak hal yang saya dapatkan ketika saya menjadi seorang asisten dan tentunya pengalaman tersebut membuat saya jadi semakin ingin menjadi dosen yang memang merupakan cita – cita saya sejak dulu ingin menjadi guru.

Pengalaman menjadi seorang asisten laboratorium sangatlah menyenangkan. Saya bisa mengajari mengenai teori dan praktik kepada mahasiswa – mahasiswa angkatan atas dari pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat ketika saya kuliah. Menjadi seorang asisten laboratorium membuat saya sedikit mendapatkan pengalaman bagaimana rasanya menjadi seorang dosen walaupun tidak sepenuhnya menjadi seorang dosen. Mungkin di masa depan nanti memang akan lebih sulit namun dengan pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan ketika saya menjadi seorang asisten membuat saya bisa lebih menyiapkan diri untuk menjadi dosen yang baik dan hebat di masa depan nanti. Saya sangat senang bisa menjadi seorang asisten dosen di laboratorium dan saya tidak menyesali telah menjadi seorang asisten dosen di lab.

5. Merasakan Rasanya Kecelakaan Untuk Pertama Kalinya



Mungkin ini adalah salah satu kejadian yang akan terus saya ingat dan terus membuat saya berhati – hati dalam berkendara sampai saya mati nanti. Saya mempunyai beberapa prinsip yang saya pegang yaitu 1) Saya lebih baik melaju menggunakan motor dengan kecepatan pelan dan sampai tujuan dengan selamat namun berangkat lebih awal daripada harus mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan tergesa – gesa yang bisa mengancam tubuh atau bahkan nyawa saya. 2) Saya akan selalu mengecek kondisi motor/kendaraan saya sebelum saya berangkat kuliah atau pergi ke suatu tempat untuk melihat apakah kondisinya baik atau tidak dan 3) saya lebih memilih menggunakan angkutan yang aman dan nyaman serta supir yang tidak ugal – ugalan ketika menyetirkan angkutannya ketimbang risiko kecelakaan. Ketiga prinsip tersebut adalah prinsip yang selalu saya pegang sampai saat ini. Sejak kejadian kecelakaan yang saya alami ketika tahun pertama kuliah yang terus membuat saya tetap memegang prinsip saya ini.

Saya mengalami kecelakan yang cukup parah pada hari Jumat, 1 November 2017. Kecelakaan truk yang saya tumpangi yang hendak mengantar saya dan teman – teman saya menuju lokasi Bukit Lerep Indah (BLI) Ungaran Semarang untuk kegiatan latihan kepemimpinan dasar. kecelakaan tersebut benar – benar tetap teringat di pikiran saya. Bahkan sampai sekarang jika saya menaiki kendaraan umum seperti bus dan melewati tanjakan, sensasi tersebut masih ada dan ingatan mengenaik kejadian tersebut muncul kembali.


Saya mungkin adalah seorang mahasiswa biasa dan lebih fokus pada akademik saya, namun bukan berarti saya tidak melakukan apa – apa selama 4 tahun saya kuliah. Kelima hal diatas adalah beberapa hal yang saya alami dan lakukan ketika saya berkuliah dan tentunya membuat kehidupan perkuliahan saya lebih berwarna dan tidak monoton. Memang terapat hal – hal yang saya sesali, namun tetap terdapat banyak hal, kejadian, pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan dari semua itu.

Bagaimana dengan anda ? apakah anda sama seperti saya atau malah berbeda ? ceritakan pengalaman anda melalui kolom komentar yang ada di bawah ini. Jika ada pertanyaan, kritik dan saran silahkan kirimkan melalui kolom komentar yang ada dibawah.

Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi – informasi terbaru dari blog ini. Sekian dan terimakasih.



Share:

Saturday, November 11, 2017

Perjalanan Menggapai Cita – Cita Terus Berlanjut


Akhirnya saya di wisuda dan telah menjadi seorang Sarjana di bidang Ilmu Gizi. Selama 4 tahun lamanya (3 tahun 11 bulan tepatnya) saya menempuh masa kuliah, melalui berbagai macam rintangan, tugas, dan berbagai macam masalah lainnya ketika saya kuliah. Akhirnya semuanya selesai, akhirnya fase pertama saya dalam meraih mimpi telah saya lewati dan perjalanan meraih mimpi saya terus berlanjut.

Sebelum saya masuk kuliah, saya sudah menetapkan target - target yang harus saya dapatkan ketika saya kuliah nanti. Ada target yang berhasil saya capai dan ada pula yang gagal saya capai. Dibawah ini merupakan beberapa target yang tercapai ketika saya kuliah, yaitu:

1. Berhasil Menyelesaikan Kuliah Selama 4 Tahun



Saya merupakan seorang mahasiswa yang biasa – biasa saja, saya tidak terlalu menonjol ketika saya kuliah. Dibandingkan ketika SMA dulu, ketika saya kuliah saya lebih memusatkan diri untuk bisa lulus ‘normal’ maksimal 4 tahun dan mendapatkan nilai IP dan IPK setinggi – tingginya sebisa saya. Walaupun begitu bukan berarti saya tidak memiliki kegiatan lainnya ketika saya di kampus. Saya tetap ikut menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi di tingkat Prodi, saya berada di divisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) yang mengurusi segala hal berbau media dan informasi. Saya tidak pintar desain, namun saya bisa desain karena saya merupakan anak komputer. Saya bisa desain vector seperti membuat sticker, poster, leaflet, brosur, booklet dan semacamnya. Saya juga bisa videografi dan editing video dan audio, serta memiliki basis pengetahuan mengenai Bahasa pemrograman android dan HTML/XML.  

Selama kurun waktu 2 tahun ikut organisasi saya terus mengasah kemampuan saya. Ketika kuliah juga saya sering ikut kepanitiaan dan bisa di tebak ketika masuk ke kepanitiaan saya masuk ke divisi dokumentasi dan media (karena hal tersebut adalah hal yang saya bisa lakukan dengan baik). Ketika saya kuliah juga saya pernah ikut Lembaga pers fakultas kedokteran Undip bernama Impuls dan dari sana saya dipacu untuk bisa belajar lebih mengenai dasar – dasar pengelolaan website serta pemrograman HTML/XML. Jika dibilang masa kuliah saya biasa – biasa juga, mungkin bisa dianggap bisa namun bukan berarti saya adalah seorang mahasiswa yang hanya memikirkan belajar tanpa mengasah kemampuan soft skill saya (karena soft skill juga sangat dibutuhkan ketika saya bekerja nanti)



Ketika Kuliah saya juga pernah menjadi asisten dosen laboratorium pada pelajaran PSG (Penentuan/Penilaian Status Gizi) pada tahun terakhir saya kuliah. Saya menyambi melaksanakan penelitian dan menyelesaikan tugas akhir saya sembari menjadi asisten laboratorium. Saya melakukan hal tersebut karena saya ingin tetap aktif sehingga saya bisa tetap semangat dalam melaksanakan penelitian saya dan menyelesaikan karya tulis ilmiah untuk tugas akhir saya. Banyak hal yang saya dapatkan ketika saya menjadi seorang asisten dan tentunya pengalaman tersebut membuat saya jadi semakin ingin menjadi dosen yang memang merupakan cita – cita saya sejak dulu ingin menjadi guru.

2. Mendapatkan Predikat Cum Laude




Mendapatkan predikat cumlaude adalah salah satu target yang ingin saya capai ketika saya masuk kuliah dulu. Mendapatkan predikat cum laude adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi saya. Ini menandakan bahwa saya benar – benar bekerja keras dan bertanggung jawab dengan kuliah saya yang membuat saya bisa lulus dengan predikat cum laude. Sebenarnya saya juga mengharapakn bisa mendapatkan predikat mahasiswa terbaik jurusan saya, namun itu tidak terlaksana karena ternyata saingan – saingan saya sangat banyak dan awal – awal semester waktu itu saya tidak fokus dan memiliki masalah dalam belajar yang membuat nilai IP saya ketika awal – awal kuliah tidaklah begitu bagus dan menyenangkan untuk dilihat.

Setelah awal – awal kuliah yang tidak terlalu memuaskan, tentu saja saya mulai merubah strategi saya dan mulai lebih serius dengan kuliah saya. Saya tidak ingin mengecewakan ibu saya yang ada di kampung halaman dan harus membanggakannya oleh karena itu saya harus serius dalam berkuliah.
Mulai dari semester 3 dan 4, ketekunan dan keseriusan saya mulai membuahkan hasil dan saya bisa mendapatkan IP diatas 3.25 di semester 3 dan IP diatas 3.5 di semester 4. Tentu saja saya sangat senang ketika saya mendapatkan IP yang besar dan akhirnya IPK saya terus naik. Saya kemudian terus belajar dengan giat dan rajin dan akhirnya saya bisa mendapatkan IP 4.

3. Mendapatkan IP 4 di Semester 6 yang Paling Berkesan




Mendapatkan IP 4 saya adalah target lain saya yang saya inginkan ketika saya kuliah. Cerita saya mendapatkan IP 4 saya ketika semester 6 benar – benar tidak bisa saya duga. Hal ini dikarenakan ketika semester 6 saya mengambil full 24 sks pada semester tersebut dan banyak praktik, tugas ambil data di lapangan, dan tugas – tugas laporan serta presentasi yang harus saya ikuti dan selesaikan. Saya tidak menyangkan saya bisa mendapatkan IP 4 di semester 6 karena memang sulit, namun ternyata kenyataanya saya bisa. Satu hal yang saya pelajari dari sini adalah jika saya benar- benar serius, rajin belajar dan menyiapkan segala sesuatunya dengan matang maka saya bisa mendapatkan apa yang saya inginkan. Setelah semester 6 dan lanjut ke semester 7 dan 8 saya juga mendapatkan IP 4 dan akhirnya membuat saya bisa mendapatkan predikat Cum Laude.

4. Melakukan Penelitian yang Anti-Mainstream




Target ini benar – benar tidak terduga dan saya tidak menyangka bahwa saya bisa mewujudkannya. Saya melakukan penelitian yang berbeda dan baru saya saja yang melakukannya di prodi, universitas, bahkan mungkin se-Indonesia. Dosen saya dan teman sesama dosen pembimbing tahu saya bahwa saya bisa membuat media dan bisa membuat game. Akhirnya dosen saya mempersuasikan saya untuk melakukan penelitian yaitu membuat media game dan leaflet untuk dapat meningkatkan tingkat pengetahuan dan sikap gizi pada remaja obesitas di Kota Semarang.

Empat target diatas adalah beberapa target yang saya dapatkan ketika saya kuliah selama 4 tahun di program studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Saya merasa bangga dengan berbagai pencapaian dan target yang saya dapatkan dan wujudkan. Tentunya ini adalah kebanggan untuk diri sendiri dan keluarga saya terutama ibu saya yang selalu mendukung saya dan membantu saya agar saya bisa seperti sekarang, lulus.



"Perjalanan meraih cita - cita saya terus berlanjut dan saya akan terus maju"


Perjalanan saya akan terus berlanjut. Sebuah perjalanan untuk menggapai cita – cita yang saya inginkan sejak dulu. Perjalanan saya berikutnya adalah melanjutkan studi S2 (Master) di Universitas di Luar Negeri dengan menggunakan beasiswa penuh. Memang akan sulit dan banyak tantangan untuk bisa berkuliah di luar negeri dengan menggunakan beasiswa, namun bukan berarti hal tersebut adalah sesuatu yang mustahil. Jika terdapat kerja keras, kesungguhan, keberanian, ketekunan, serta doa maka tidak ada yang tidak mungkin. Semuanya akan terbayar jika kita serius untuk bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Saya akan terus belajar dan mengasah kemampuan saya sehingga saya bisa mendapatkan beasiswa dan berkesampatan kuliah di luar negeri. Bisa berkuliah dan hidup di luar negeri adalah salah satu keinginan saya yang saya inginkan sejak saya kecil. Saya akan bersungguh – sungguh dan belajar dengan giat dan rajin sampai saya bisa mendapatkan beasiswa dan berkuliah di luar negeri. Saya tidak akan menyerah dan terus berjuang.


Bagaimana dengan anda ? apakah anda juga sama seperti saya ingin melanjutkan kuliah ke jenjang selanjutnya ? atau anda ingin bekerja ? Semua pilihan ada pada diri anda. Ceritakan cerita atau pengalaman anda sendiri melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jika ada pertanyaan, kritik ataupun saran dapat anda kirimkan melalui kolom komentar juga. Jangan lupa subscribe dan like fans page Dee Nutrition’s Blog. Sekian dan Terimakasih.


Author of Dee Nutrition’s Blog
Destio D. Fahrizki 
Share:

Thursday, November 9, 2017

Akhirnya Saya Wisuda dan Menjadi Seorang Sarjana



Akhirnya hari yang saya tunggu – tunggu datang, akhirnya saya bisa wisuda dan resmi dinyatakan lulus sebagai Sarjana Gizi. Akhirnya semua usaha dan energi yang saya kerahkan selama saya kuliah terbayarkan manis disini, saya akhirnya Wisuda...

Akhirnya Saya Bisa Lulus


Saya sangat bahagia akan semua hal ini karena berkat kerja keras saya, doa saya, ibu saya dan keluarga saya, serta bantuan – bantuan dari banyak orang akhirnya saya dinyatakan lulus dari Universitas Diponegoro (Undip) dan menjadi seorang Sarjana Gizi.

Saya merupakan seorang mahasiswa Undip jurusan Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Undip. Saya dinyatakan lulus (belum resmi) pada tanggal 11 Agustus 2017 dan mengikuti Wisuda Undip ke 148. Wisuda Undip ke 148 yang diselenggarakan pada 07 – 10 November 2017 di Gedung Serba Guna (GSG) Imam Barjo Kampus Undip Pleburan akhirnya dilaksanakan. Saya di wisuda di hari pertama yaitu hari Selasa, 07 November 2017 dan saya sangat senang karena akhirnya saya wisuda dan resmi lulus sebagai seorang sarjana Gizi.

Akhirnya saya bisa mencapai target saya yaitu bisa kuliah dan lulus dengan tenggat waktu 4 tahun kuliah (sebenarnya 3 tahun 11 bulan, haha). Saya juga mendapatkan apa yang saya inginkan sejak dahulu, yaitu menjadi seorang mahasiswa yang lulus dengan predikat Cum Laude. Saya benar – benar bahagia akan hal ini.

Saya mengucapkan syukur yang sebesar – besarnya kepada Tuhan untuk semua yang saya dapatkan saat ini. Tanpa-Nya saya bukanlah apa – apa, saya juga berterimakasih untuk Ibu saya dan keluarga saya yang selalu mendoakan, mendukung dan membantu saya sehingga saya bisa menyelesaikan jenjang kuliah saya di Undip karena tanpa semua itu saya bukanlah dan tidak bisa apa – apa. Saya mengucapkan terimakasih sebesar – besarnya untuk semua orang yang membantu dan mendoakan saya sehingga saya bisa mendapatkan apa yang saya inginkan.

Semua ini, semua hal yang saya dapatkan sekarang, saya berikan untuk ibu saya karena tanpa Ibu saya saya tidak akan bisa mendapatkan semua ini. Karena tanpa perjuangan, kerja keras dan pengorbanan ibu saya, saya tidak akan bisa sampai seperti ini dan sukses untuk kuliah. Ibu saya yang memberikan saya semangat dan berbagai bantuan yang ada, ibu saya yang mengajarkan saya untuk bekerja keras dan tidak menyerah walaupun terdapat berbagai macam rintangan yang menghadang. Saya belajar semua itu dari ibu saya, dan saya tidak akan menyerah sampai saya mendaptkan apa yang saya dapatkan dan membahagiakan ibu saya dan keluarga saya.

Terimakasih Untuk Semuanya


Saya berterimakasih juga kepada kakak dan adik saya. Karena kakak sayalah saya tidak ingin kalah dari dia dan saya juga ingin sukses Bersama dengan dia dan membahagiakan ibu kami, kakak saya adalah orang yang hebat dan kuat, dan saya juga ingin menjadi kuat seperti dia dan tidak pernah menyerah. Adik saya membuat saya ingin terus berjuang keras dan melakukan semuanya sekeras dan sebisa yang saya bisa. Karena adik sayalah, saya ingin membuktikan bahwa dengan usaha dan kerja keras, kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, karena tanpa belajar yang rajin, keuletan, usaha dan kerja keras maka kita tidak akan bisa mendapatkan apa yang benar – benar kita inginkan. Saya ingin membuktikan ke kakak dan adik saya bahwa saya bisa melakukan semua ini, karena saya ingin menjadi sukses dan juga membahagiakan mereka.

Terimakasih kepada semuanya yang telah membantu saya selama ini, kepada dosen – dosen yang membantu saya, kepada teman – teman saya yang membantu saya selama saya kuliah, karena tanpa kalian juga saya tidak akan bisa selesai dan kehidupan kuliah saya akan jadi hampa (haha). Mohon dimaafkan jika terdapat banyak kesalahan ataupun seuatu yang membuat kalian marah atau jengkel terhadap saya. Saya minta maaf. Sukses selalu untuk kalian semuanya.



Terimakasih untuk seseorang yang sudah sangat membantu dan perhatian selama ini. Kamu  adalah orang yang mencoba mengerti ketika orang lain tidak peduli, kamu selalu membantu ketika saya kesusahan. Kamu adalah seseorang yang membuatku benar – benar takjub. Kamu adalah seseorang yang membuatku tidak bisa berpikir dengan logika, yang membuat jantungku berdetak kencang ketika berada didekatmu. Terimakasih untuk semua bantuan, perhatian, dan saran yang kamu berikan, saya tidak akan melupakannya.

Banyak sekali hal – hal yang saya dapatkan ketika saya kuliah, dan tidak ada hal lain yang membuat saya senang ketika saya bisa mendapatkan target – target yang saya buat dan saya inginkan selama saya kuliah. Banyak kenangan – kenangan, serta hal – hal yang saya dapatkan dan semoga semuanya bisa membuat saya menjadi lebih baik dan sukses untuk kedepannya. Saya akan terus berjuang dan menjadi lebih baik sehingga saya bisa menjadi seseorang yang hebat dan sukses kedepannya. Memori ini adalah memori yang tidak akan saya lupakan sepanjang hidup saya.


Jangan lupa untuk subcribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog. Jika ada pertanyaan, komentar, kritik ataupun saran, silahkan kirimkan melalui kolom komentar yang ada di bawah.
Share:

Monday, November 6, 2017

Wisuda Undip ke 148 : Akhirnya Sebentar Lagi Wisuda


“Yeah, Akhirnya Saya Selesai dan Sebentar Lagi Akan Wisuda”


Tidak terasa 4 tahun sudah berlalu saya berkuliah dan menjadi seorang mahasiswa. Tiba – tiba tanpa disadari saya sudah ada di tahap akhir masa perkuliahan dan lulus dari universitas yang saya masuki. Lalu proses apakah itu ? Yap acara yang harus saya jalani sebelum saya dinyatakan lulus adalah Wisuda.

Menjadi Mahasiswa, Penelitian Dan Akhirnya Lulus




Jika anda belum tahu, saya merupakan salah seorang mahasiwa di salah satu universitas terkenal dan terfavorit di Indonesia, yaitu Universitas Diponegoro. Saya masuk Universitas Diponegoro (Undip)melalui jalur tulis/tes SBMTPN pada tahun 2013 yang membuat saya merupakan angkatan Undip tahun 2013. Saya di Undip mengambil jurusan S1 Ilmu Gizi, salah satu jurusan dari tiga jurusan (sekarang ada 5) di bawah naungan Fakultas Kedokteran Undip. Tentu saja saya sangat bangga dan merupakan salah satu prestasi tersendiri untuk saya karena bisa masuk Undip melalui jalur tulis, karena jalur tulis atau jalur tes itu sulit apalagi jika kita memilih Universitas – Universitas Favorit di Indonesia. Saya bangga dengan diri saya juga karena tidak banyak orang yang bisa melakukannya, apalagi di daerah saya hanya sedikit orang yang bisa kuliah di luar daerah asal.

Saya masuk kuliah dan resmi menjadi mahasiswa yaitu pada September 2013, dan sekarang adalah 2017. Tahun 2017 adalah tahun saya lulus (tepatnya pada Agustus 2017) dan tahun ini adalah tepat 4 tahun kuliah dan bisa selesai dengan masa kuliah yang pas. Satu tahun terakhir saya melakukan penelitian Karya Tulis Ilmiah untuk Tugas Akhir saya untuk bisa lulus dari Universitas. Berbagai macam sidang sudah saya lalui dan akhirnya saya bisa melewatinya dan sebentar lagi saya akan diwisuda. Tentunya terdapat berbagai macam cobaan dan khalangan selama saya berkuliah dan melakukan penelitian, namun saya coba sekuat dan sekeras mungkin menanganinya hingga saya dapat selesai di tahun 2017 ini.

Saya masuk bulan September 2013, dan saya lulus pada bulan Agustus 2017. Jika dihitung, saya lulus dengan kurun waktu 3 tahun 11 bulan, bukan 4 tahun. Tetapi kalau digenapkan akan jadi sama dan empat tahun juga bukan ? (Jadi tidak masalah, haha). Sebenarnya saya takut waktu dulu saya tidak bisa lulus dalam kurun waktu 4 tahun, namun saya tetap berjuang dan akhirnya goal saya terpenuhi.

Saya sebenarnya sudah lulus sejak 11 Agustus 2017 karena saya selesai sidang akhir dan urus berkas pendaftaran wisuda sejak tanggal tersebut jadi nanti yang tertulis di ijazah saya adalah tanggal tersebut bukan tanggal wisuda. Walaupun begitu, untuk dinyatakan secara resmi lulus dan kita mendapatkan ijazahnya adalah waktu kita wisuda. Saya merupakan calon wisudawan di Wisuda Undip ke 148 dan tentunya saya sangat menunggu – nunggu hari wisuda saya ini

Wisuda Undip ke 148 yang Mengalami Kemunduran 



Sebelum saya secara resmi dinyatakan lulus dari Undip, tentunya saya harus di wisuda terlebih dahulu. Akhirnya sebentar lagi saya akan wisuda. Ketika artikel ini dibuat, wisuda saya tinggal 3 hari lagi dan jika saya tidak salah memperkirakan ketika artikel ini diterbitkan wisuda saya akan berlangsung sehari setelahnya. Saya menjadi tidak sabar untuk segera memakai toga dan di wisuda.

Sebenarnya Wisuda Undip ke 148 di jadwalkan pada bulan Oktober tepatnya pada minggu ke empat di bulan oktober (kalau tidak salah antara tgl 24 – 27 Oktober), namun entah karena alasan yang tidak jelas acara wisuda ke 148 Undip diundur. Hmm, sebenarnya mengambang antara jelas dan tidak jelas, saya mendapatkan beberapa informasi kenapa wisuda ke 148 di undur hingga dua minggu dan diganti pada tanggal 7 – 10 November 2017. Ada yang mengatakan bahwa terjadi kesimpangsiuran gedung yang akan digunakan wisuda, ada yang mengatakan karena ada acara – acara besar di bulan Oktober sehingga Oktober terlalu padat dan acara wisuda terkena imbasnya lalu di undur. Saya tentunya tidak senang akan hal tersebut, dan ditambah dengan tidak ada informasi resmi yang sangat jelas (bahkan sampai sekarang) mengapa wisuda di undur tentunya semakin membuat saya cukup kesal.



Alasan kedua adalah tempat Wisuda Undip ke 148 di pindah yang semula berada di Venue Gedung Serba Guna (GSG) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di pindah ke GSG Imam Barjo Kampus Lama Undip di Pleburan, Kota Semarang. Bahkan sampai sekarang pun saya tidak mendapatkan alasan yang jelas atau alasan yang sangat jelas yang resmi dikeluarkan oleh pihak kampus. Jika anda belum tahu, GSG Imam Barjo adalah GSG yang terletak di kampus lama Pleburan yang tentunya sudah lama dan ukurannya (menurut saya) sempit untuk dijadikan tempat wisuda. Bayangkan saja untuk satu kali wisuda terdapat sekitar kurang lebih 400an mahasiswa Undip yang diwisuda (terdapat 2 kali wisuda dalam satu hari) lalu ditambah dengan tamu undangan sekitar kurang lebih 800an orang dan coba tebak seberapa penuhnya GSG Imam Barjo.

“Ada Sedikit Kekecewaan, namun semoga acara Wisuda Undip ke 148 tetap Lancar dan Nyaman”


Saya tentunya cukup kecewa dengan dipindahnya tempat wisuda. Kecewanya karena sudah tanggalnya diundur, tempatnya di ganti, dan tempat penggantinya itu (menurut) saya kurang layak dan cukup besar untuk dijadikan tempat wisuda, namun mau bagaimana lagi? Saya sebagai mahasiswa tentunya tidak punya kekuatan untuk mengubahnya dan hanya bisa membiarkan saja dan curhat di blog ini. Saya berharap dari pihak kampus sudah memikirkan matang – matang dan memiliki cara untuk menangani masalah – masalah diatas sehingga ruangan GSG nya cukup dan peserta dan tamu undangan merasa nyaman berada di dalam GSG Imam Barjo. Semoga.

Oh ia kekecewaan saya juga ditambah dengan suatu berita yang dulu mengatakan bahwa Wisuda ke 148 Undip juga tetap akan dilangsungkan di MAJT. Silahkan anda cek beritanya sendiri di Internet. Alasan kenapa wisuda 147 dan (harusnya 148 juga) di pindah ke MAJT karena gedung utama yang biasanya dijadikan tempat wisuda di kampus utama Undip Tembalang sedang di renovasi. Berita tersebut mengatakan bahwa sampai renovasinya selesai, wisuda ke 148 juga tetap dilaksanakan di MAJT tetapi ternyata… ah sudahlah, yang penting sebentar lagi saya akan wisuda dan segera selesai dengan semua ini.

Apa yang Saya Ingin Lakukan Setelah Lulus



Setelah saya wisuda dan dinyatakan secara resmi lulus dari Undip, saya berencana untuk melanjutkan kuliah (lagi) Magister atau S2 di bidang yang saya pilih dan inginkan. Kenapa saya memilih untuk melanjutkan kuliah ? Karena cita – cita saya sejak saya kecil dulu adalah menjadi seorang guru atau penelitia, namun karena saya tidak mengambil jurusan keguruan, tentunya saya ingin menjadi “guru” di perkuliahan yang dinamakan dengan Dosen. Jadi saya sekarang tetap ingin menggapai mimpi saya menjadi guru/dosen sekaligus peneliti di Universitas nanti.  Apakah saya tidak lelah Kuliah terus ? Hmm, pertanyaan yang menarik. Jika dikatakan lelah, mana mungkin saya bohong katakan tidak, tentu saja kuliah itu melelahkan, namun jika semua itu untuk menggapai cita – cita saya, kenapa tidak ? Saya masih muda, dan saya harus menggapai mimpi yang saya impi – impikan sejak dulu. Saya ingin sukses dan menjadi orang hebat dengan menggapai mimpi yang saya inginkan. Saya ingin membahagiakan ibu saya dan keluarga saya dengan menjadi sukses dari apa yang saya impikan. Semua itu harus saya lakukan walaupun banyak cobaan dan rintangan yang membuat perjalanan ini semakin berat, mungkin malahan justru membuat kita bisa menjadi lebih kuat lagi dalam menjalani kehidupan kita dan menjadi sukses dengan mengejar mimpi kita.



Jadi begitulah, sebentar lagi saya akan diwisuda, tinggal beberapa hari lagi sebelum hari wisuda yang saya tunggu – tunggu datang dan saya dinyatakan lulus dari Undip lalu menjadi seorang Sarjana Gizi. Semoga acara wisuda nanti nyaman dan lancar dan semuanya baik – baik saja. Setelah saya wisuda nanti saya akan melanjutkan kuliah untuk menggapai mimpi saya dan menjadi orang sukses dengan mimpi saya sendiri. Saya harus tetap semangat dan berjuang keras untuk dapat menggapainya. Semoga saya Berhasil.

Terimakasih anda telah mengunjungi blog saya dan membaca artikel ini, jika ada yang ingin ditanyakan, atau anda ingin memberikan komentar, kritik atau saran, silahkan kirimkan melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page Dee Nutrition’s Blog untuk mendapatkan informasi terbaru dair blog ini. Sekian dan Terimakasih.

Author of Dee Nutrition’s Blog

Destio D. Fahrizki


Share:

Labels