2019
Showing posts with label 2019. Show all posts
Showing posts with label 2019. Show all posts

Tuesday, January 8, 2019

Kenapa Jengkol Membuat Urin Menjadi Bau?

Dee Nutrition - Kenapa Jengkol Membuat Urin Menjadi Bau?


Deenutrition.com - Halo semuanya, selamat datang di Dee Nutrition's Blog, Blog seputar Gizi dan Kesehatan. Pada artikel kali ini, Dee akan membahas tentang Jengkol dan kenapa jengkol bisa membuat urin dan nafas bau.


Apa itu Jengkol?

Jengkol adalah tumbuhan yang termasuk kedalam polong-polongan (Famili Fabaceae), yang memiliki nama latin Archidendron pauciflorum. Jengkol merupakan salah satu tumbuhan khas di Asia Tenggara, jadi jangan kaget jika di negara - negara tetangga Indonesia juga terdapat makanan yang menggunakan Jengkol didalamnya. Karena juga terdapat di negara-negara tetangga, Jengkol memiliki nama lain. Contohnya di Malaysia, Jengkol disebut dengan Jering, di  Myanmar disebut dengan "da nyin thee" , dan di Thailand disebut dengan "luk-nieng". Jengkol terkenal dengan rasanya yang khas, namun ke 'khas' an lainnya dari Jengkol adalah efeknya yang dapat membuat nafas dan urin orang yang mengonsumsinya memiliki bau yang tidak enak.

Kenapa Jengkol Membuat Bau?

Dee Nutrition - Kenapa Jengkol Membuat Urin Menjadi Bau?
Salah satu hidangan yang terkenal dari jengkol adalah Semur Jengkol


Kita semua tahu bahwa Jengkol sering dijadikan sebagai lauk pauk atau sayuran di Indonesia. Salah satu yang terkenal adalah Semur Jengkol. Banyak orang yang suka makan jengkol, namun banyak pula yang juga tidak suka. Salah satu alasan besar kenapa ada yang tidak suka dengan jengkol adalah efeknya yang membuat nafas dan urin menjadi bau. Nah, kenapa Jengkol bisa membuat bau? Jawabannya adalah karena senyawa yang ada di dalam Jengkol tersebut.

Jadi pada buah jengkol, terdapat kandungan senyawa  bernama djengkolic acid atau asam jengkolat (Serius ini namanya, bisa cek sendiri disini), yang mengandung sulfur (belerang). Asam Djengkolat adalah asam amino yang secara alami terkandung di dalam Jengkol. Asam ini tersusun dari dua asam amino sistein yang diikat oleh satu gugus metil pada atom belerangnya. Asam Djengkolat inilah yang berperan membuat aroma urin yang keluar jadi berbau menyengat cenderung tidak sedap.

Ketika kita makan jengkol, sistem pencernaan kemudian akan memproses jengkol yang kita konsumsi. Ketika proses pencernaan terjadi, suatu enzim pencernaan yang terdapat di dalam tubuh memecah jengkol menjadi berbagai senyawa  kimia, termasuk Asam Djengkolat yang ada di Jengkol itu sendiri. Senyawa ini kemudian dibuang oleh tubuh melalui urin atau gas yang berbau tidak enak. 

Bagaimana? Sudah tahu kan kenapa Jengkol membuat bau urin dan gas menjadi tidak enak. Semoga bermanfaat artikel kali ini. Sekian dulu artikel kali ini, Jika ada pertanyaan seputar artikel ini, silahkan tanyakan melalui kolom komentar yang ada di bawah. Sampai jumpa di artikel Dee Nutrition's Blog selanjutnya. 

Dee Nutrition's Blog
Share:

Wednesday, January 2, 2019

5 Makanan Anti Peradangan

5 Makanan Anti Peradangan


Deenutrition.com - Halo semuanya, selamat datang di Dee Nutrition's Blog, Blog seputar Gizi dan Kesehatan. Pada artikel kali ini, Dee akan membahas tentang 5 Makanan yang memiliki efek Anti-Peradangan/Anti -Inflamasi.


Apa itu Peradangan/Inflamasi?


Apa itu Peradangan/Inflamasi? Secara sederhana, Radang atau dalam bahasa medis disebut dengan Inflamasi/Inflammation merupakan sebuah bentuk respon/reaksi utama yang diberlakukan oleh Sistem Imun tubuh kita terhadap sebuah iritasi, luka, ataupun infeksi. Peradangan merupakan sebuah kejadian yang normal pada tubuh ketika tubuh kita terkena luka atau infeksi dan termasuk kedalam bagian reaksi penyembuhan. Ketika peradangan terjadi, terdapat beberapa tanda dasar yaitu  panas (calor), sakit (dolor), kemerahan (rubor), pembengkakan (tumor), dan/atau kehilangan fungsi bagian tubuh (funtion laesa). Peradangan dapat dikategorikan menjadi Peradangan akut (sebentar) dan Peradangan Kronis (lama). Peradangan akut terjadi hanya sebentar dan setelah beberapa hari akan menghilang. Sedangkan Peradangan Kronis memiliki jangka waktu yang panjang. Nah, untuk  anda yang terkena Peradangan Kronis atau sering mengalami radang, anda dapat merubah pola makannya dengan mengonsumsi makanan-makanan yang memiliki efek anti-peradangan

Makanan Anti-Peradangan


Siapa yang bisa tahan jika Peradangan terjadi? Terdapat rasa yang tidak enak seperti rasa sakit dan nyeri ketika peradangan terjadi. Selain harus mengunjungi Dokter ketika terkena Radang/Inflamasi, pengonsumsian makanan yang memiliki sifat anti-peradangan/anti-inflamasi juga dianjurkan. Kenapa bisa disebut dengan anti peradangan? Maksudnya, pada makanan tersebut terdapat senyawa/zat gizi yang mempunyai fungsi untuk membantu menurunkan reaksi peradangan/inflamasi ketika peradangan tersebut terjadi. Jadi makanan tersebut dapat menurunkan beberapa gejala/tanda ketika kita terkena Radang. Sudah banyak penelitian yang mengatakan bahwa terdapat beberapa makanan yang memiliki senyawa/zat gizi yang berfungsi sebagai anti-peradangan. Beberapa makanan  dibawah ini memiliki sifat anti peradangan, mari di simak.

1. Alpukat/Avocado


Dee Nutrition - 5 Makanan Anti Peradangan - Alpukat/Avocado


Buah Alpukat adalah buah yang terkenal akan kaya serat, namun selain kaya akan serat ternyata Alpukat juga memiliki kandungan zat gizi yang mempunyai efek anti-peradangan. Alpukat memiliki kandungan beberapa Vitamin seperti Vitamin A,C,E dan B kompleks yang punya efek anti-peradangan. Selain itu Alpukat juga kaya akan lemak 'baik' monounsaturated dan phytosterol yang mampu mengurangi gejala inflamasi juga. Alpukat dapat dikonsumsi langsung (setelah dikupas), dapat dijadikan jus, atau dapat dijadikan salad buah.

2. Jahe/Ginger


Dee Nutrition - 5 Makanan Anti Peradangan - Jahe/Ginger

Ternyata Jahe/Ginger memiliki efek anti-peradangan juga lho. Tumbuhan rempah-rempah yang satu ini ternyata memiliki efek positif bagi tubuh kita, salah satunya adalah untuk menurunkan peradangan. Jahe memiliki kandungan antioxidant bernama Gingerol, yang memiliki efek positif untuk membantu menurunkan gejala peradangan yang terjadi. Berdasarkan beberapa penelitian, senyawa Gingerol yang terdapat pada Jahe memiliki efek untuk memblokade beberapa gen dan enzim aktif yang memiliki dalam proses terjadinya peradangan/inflamasi. Oleh karena itu, jika anda sering atau sedang terkena peradangan, Jahe adalah bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dikonsumsi. Karena rasa Jahe yang begitu kuat, untuk dapat dikonsumsi, Jahe dapat ditambahkan ke dalam minuman, atau dijadikan minuman sepert Wedang Jahe atau Jamu, atau dapat pula ditambahkan ke makanan.

3. Daun Kemangi/Basil Leaves


Dee Nutrition - 5 Makanan Anti Peradangan - Daun Kemangi/Basil Leaves


Tahukah kalian kalau ternyata Daun Kemangi/Basil ternyata memiliki efek anti-peradangan? Ya, ternyata daun yang sering dijadikan santapan tambahan ketika kita makan ini memiliki beberapa senyawa/zat gizi yang punya efek dalam menurunkan reaksi peradangan. Apalagi di Indonesia, Daun Kemangi sering dijumpai ketika kita makan di rumah makan. Menurut penelitian, Daun kemangi memiliki senyawa-senyawa seperti eugenol, citronellol and linalool yang memiliki efek untuk membantu menurunkan gejala radang.

4. Kacang-Kacangan/Nuts


Dee Nutrition - 5 Makanan Anti Peradangan - Kacang-Kacangan/Nuts





Kacang-Kacangan juga memiliki efek anti-peradangan karena didalamnya terdapat kandungan senyawa Polifenol yang berperan dalam menurunkan gejala peradangan pada tubuh. Beberapa kacang-kacangan juga memiliki kandungan Vitamin E yang tinggi. Vitamin E memiliki efek anti oksidan dan anti-inflamasi juga. Berbagai macam kacang-kacangan dapat ditemukan mudah di Indonesia.

5. Brokoli/Brocolli 


Dee Nutrition - 5 Makanan Anti Peradangan - Broccoli/Brokoli



Siapa yang tidak kenal brokoli? Saya suka dengan sayuran hijau yang satu ini karena renyah ketika dimakan. Di dalam sayuran brokoli, terdapat komponen glucosinolate yang punya peranan dalam mencegah terjadi peradangan yang tidak diinginkan. Komponen glukosinolate ketika dikonsumsi lalu kemudian akan berubah menjadi komponen Indol-3 Carbinol (I3C) yang dimana komponen I3C ini menurut penelitian dapat menurunkan mediator pro-inflamasi di level genetik. Brokoli juga tinggi akan Vitamin K yang dimana vitamin K ini membantu meregulasi respons inflamasi pada tubuh sehingga dapat mencegah terjadinya inflamasi yang tidak diinginkan. Brokoli dapat dimakan dengan dijadikan sayur, atau dapat dikonsumsi langsung (jangan lupa dicuci), dapat direbus terlebih dahulu sebelum di konsumsi, atau dijadikan jus.

Nah, Bagaimana? Makanan-makanan diatas merupakan makanan yang dapat menurunkan gejala ketika peradangan terjadi. Semua makanan yang ada diatas juga dapat ditemukan dengan mudah di Indonesia. Jika anda mengalami radang/inflamasi seperti misalnya radang tenggorokan, anda disarankan untuk mengonsumsi makanan-makanan yang ada diatas.

Sekian dulu artikel kali ini, Jika ada pertanyaan seputar artikel ini, silahkan tanyakan melalui kolom komentar yang ada di bawah. Sampai jumpa di artikel Dee Nutrition's Blog selanjutnya 

Dee Nutrition's Blog
Share:

Sunday, December 30, 2018

8 Jurusan S1 Ilmu Gizi di Indonesia

Deenutrition.com - Jurusan S1 Ilmu Gizi di Indonesia

Deenutrition.com - Halo semuanya, selamat datang di Dee Nutrition's Blog. Pada artikel kali ini, Dee akan memberikan list-list dari jurusan S1 Ilmu Gizi yang ada di Indonesia. 


Walaupun Ilmu Gizi belum masih dikatakan 'baru' dan belum setua Ilmu Kedokteran misalnya, sudah terdapat beberapa jurusan Ilmu Gizi di beberapa Universitas Negeri di Indonesia. Mari langsung saja!

1. S1 Ilmu Gizi di Universitas Diponegoro (UNDIP)

Jurusan S1 Ilmu Gizi di Universitas Diponegoro (UNDIP) adalah jurusan S1 Gizi pertama yang ada di daftar ini. S1 Gizi UNDIP adalah jurusan dimana author blog Dee Nutrition kuliah dulu. Jurusan S1 Ilmu Gizi UNDIP masih terbilang baru dibandingkan beberapa jurusan S1 Ilmu Gizi di Universitas lain, namun jangan salah, walaupun masih 'terbilang' baru S1 Ilmu Gizi UNDIP tak kalah dengan jurusan gizi di universitas lainnya. S1 Ilmu Gizi UNDIP berada di bawah Fakultas Kedokteran (FK) UNDIP, jadi ada beberapa dosen yang merupakan seorang dokter (baik dokter umum atau dokter spesialis gizi klinik) yang mengajar di S1 Gizi UNDIP. S1 Gizi UNDIP memberikan mata kuliah dari tiga penjurusan yaitu Gizi Klinik, Gizi Institusi/Pangan, dan Gizi Masyarakat.

Akreditasi Jurusan: A
Link Jurusan: gizi.undip.ac.id 

2. S1 Ilmu Gizi di Institut Pertanian Bogor (IPB)

Institut Pertanian Bogor (IPB) merupakan salah satu universitas yang terkenal di bidang pangannya. IPB mempunyai Jurusan S1 Ilmu Gizi yang berada di bawah Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB. Jurusan S1 Ilmu Gizi IPB juga terkenal lho dan juga merupakan pilihan favorit bagi siswa-siswi di SMA yang tertarik dengan Ilmu Gizi ketika lulus sekolah SMA. Pengajar S1 Ilmu Gizi IPB juga ada yang cukup terkenal lho di masyarakat. Jika anda pernah melihat Iklan En*rgen, maka anda tahu siapa dosen tersebut. :)
Akreditasi Jurusan: A
Link Jurusan: gizi.fema.ipb.ac.id

3. S1 Ilmu Gizi di Universitas Indonesia (UI) 

Siapa yang tidak kenal dengan Universitas Indonesia (UI)? Pasti sebagian besar atau bahkan semua orang tahu tentang UI. UI adalah satu tiga besar (saya sering menyebutnya trinitas-nya Universitas di Indonesia)  perguruan tinggi negeri di Indonesia (bersama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gajah Mada. UI sebagai salah satu universitas yang paling tua di Indonesia tentu saja memiliki berbagai macam jurusan, salah satunya Jurusan S1 Ilmu Gizi. Jurusan S1 Ilmu Gizi di UI berada di bawah bendera Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI. S1 Ilmu Gizi UI juga pilihan favorit bagi yang tertarik dengan ilmu gizi.

Akreditasi Jurusan: A
Link Jurusan: fkm.ui.ac.id/gizi-s-gz 

4. S1 Ilmu Gizi di Universitas Gajah Mada (UGM) 

Sama seperti Universitas Indonesia (UI), Sebagian besar dari anda atau bahkan kalian semua sudah tahu tentang Universitas Gajah Mada (UGM). UGM dan UI sama-sama tiga besar perguruan tinggi di Indonesia. UGM sebagai salah satu universitas 'tua' juga memiliki jurusan S1 Ilmu Gizi di dalamnya. Jurusan S1 Ilmu Gizi di UGM masuk ke dalam Fakultas Kedokteran (FK) UGM, sama seperti di UNDIP.

Akreditasi Jurusan: A
Link Jurusan: gizikesehatan.ugm.ac.id

5. S1 Ilmu Gizi di Universitas Brawijaya (UB)

Jurusan S1 Ilmu Gizi selanjutnya berada di salah satu universitas terkenal dibelahan timur pulau Jawa, Itu adalah Jurusan S1 Ilmu Gizi di Universitas Brawijaya (UB). Universitas Brawijaya (UB) terletak di Kota Malang, Jawa Timur. Jurusan S1 Ilmu Gizi di UB berada di bawah Fakultas Kedokteran (FK) UB.

Akreditasi Jurusan: A
Link Jurusan: gizi.fk.ub.ac.id

6. S1 Ilmu Gizi di Universitas Airlangga (UNAIR)

Jurusan S1 Ilmu Gizi selanjutnya berada di Universitas Airlangga (UNAIR). UNAIR merupakan Universitas yang terletak di Jawa Timur dan merupakan 'tetangga' dari Universitas Brawijaya (UB). Namun jika UB terletak di Malang, Jawa Timur, Maka UNAIR terletak di Surabaya, Jawa Timur. Jurusan S1 Ilmu Gizi UNAIR berada di bawah bendera Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR.

Akreditasi Jurusan: A
Link Jurusan: fkm.unair.ac.id/program-s1-ilmu-gizi

7. S1 Ilmu Gizi di Universitas Hasanuddin (UNHAS)

Jurusan S1 Ilmu Gizi selanjutnya berada di Universitas yang letaknya di luar pulau jawa, tepatnya di Makassar, Sulawesi. S1 Ilmu Gizi ini berada di Universitas Hasannudin (UNHAS), Makassar, Sulawesi. Sama seperti di UNAIR, S1 Ilmu Gizi UNHAS berada di bawah bendera Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNHAS.

Akreditasi Jurusan: A
Link Jurusan: fkm.unhas.ac.id/ilmu-gizi

8. S1 Ilmu Gizi di Universitas Jendral Soedirman (UNSOED)

Jurusan S1 Ilmu Gizi terakhir yang ada di list ini berada di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). UNSOED terletak di Purwokerto, Jawa Tengah. Jurusan S1 Ilmu Gizi di UNSOED berada di Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan UNSOED.

Akreditasi Jurusan: B
Link Jurusan: gizi.unsoed.ac.id


Sekian dulu artikel kali ini, Jika ada pertanyaan seputar artikel ini, silahkan tanyakan melalui kolom komentar yang ada di bawah. Sampai jumpa di artikel Dee Nutrition's Blog selanjutnya

Dee Nutrition's Blog

Share:

Labels