All Posts - Dee Nutrition

Monday, December 3, 2018

Ilmu Gizi dan Sejarahnya

Ilmu Gizi dan Sejarahnya

Halo semuanya, selamat datang di Dee Nutrition's Blog, Blog seputar Gizi dan Kesehatan. Pada artikel kali ini, Dee akan membahas tentang Ilmu Gizi dan Sejarahnya.

Jika sebelumnya kita sudah mengenal mengenai Gizi, maka artikel kali ini akan membahas tentang Ilmu Gizi. Apa itu Ilmu Gizi? Bagaimana Sejarah Ilmu Gizi sendiri? Apa yang Membedakannya dengan Ilmu medis ataupun ilmu – ilmu kesehatan lainnya. Artikel kali ini akan mengulas tentang Ilmu Gizi.

Pengertian Ilmu Gizi

Ilmu Gizi atau Nutrition Science adalah ilmu yang mempelajari tentang pangan, zat gizi dan substansi organic lainnya yang terkandung di dalam pangan, serta prosesnya yang terjadi didalam tubuh yang terdiri dari ingesti, digesti, absorpsi, transportasi, metabolism dan eksresi. Dari pengertian KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sendiri, Ilmu Gizi adalah ilmu pengetahuan tentang bagaimana cara memanfaatkan makanan untuk kepentingan kesehatan tubuh manusia pada umumnya.

Ilmu Gizi terus Berkembang

Ilmu Gizi diakui sebagai cabang ilmu baru yaitu pada tahun 1926, dimana Mary Swartz Rose dikukuhkan sebagai professor ilmu gizi pertama di dunia di Universitas Columbia, New York, Amerika Serikat. Ilmu gizi berbasiskan ilmu – ilmu lain seperti kedokteran, biologi, biokimia dan fisiologi, mikrobiologi, ilmu pangan, peternakan, sosiologi, antropologi dan ekonomi. Jika dibandingkan dengan sejawatnya dalam dunia kesehatan yaitu ilmu kedokteran tentunya Ilmu gizi masihlah jauh lebih muda dibandingkannya, namun seiring perkembangan zaman, ilmu gizi terus berkembang dan semakin maju. 

“Ilmu Gizi merupakan Ilmu yang masih terbilang muda dan terus berkembang”

Terdapat banyak teori – teori baru, penelitian dan penemuan yang membuat Ilmu gizi semakin berkembang, bahkan ilmu gizi sudah masuk ke cabang genomic manusia yang disebut dengan nutrigenomik atau nutritional genomics dimana merupakan cabang ilmu gizi yang mempelajari tentang bagaimana gizi memberikan dampak pada aktivitas gen dan sebaliknya bagaimana gen memberikan dampak pada interaksi antara diet(makanan) dan penyakit. Selama kurun waktu yang dapat dikatakan masih baru, sudah banyak hal baru dan berkembang pada cabang ilmu gizi.

Kuliah di Jurusan Ilmu Gizi

Banyak hal sebenarnya yang bisa diceritakan ketika saya masuk pada jurusan ilmu gizi dan masuk ke dalam dunia gizi. (Untuk sub kali ini, ini berdasarkan pengalaman subjektif saya selama berkuliah di jurusan ilmu gizi.) Jika ada dari kalian yang mengatakan jurusan ilmu gizi itu kerjanya hanya belajar tentang makanan saja, maka KALIAN SALAH BESAR. Kami tidak hanya belajar tentang makanan saja, kami juga belajar mengenai anatomi dan  fisiologi tubuh, sedikit histologi, gentik, biokimia, patofisiologi penyakit, teknologi pangan, dan interaksi obat dan makanan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kami juga belajar mengenai banyak hal tentang hubungan gizi, makanan, dan kesehatan serta penyakit. Kurikulum jurusan gizi (khususnya jurusan Ilmu Gizi Universitas Diponegoro) berbasiskan tiga hal yaitu gizi klinis, gizi institusi/pangan, dan gizi masyarakat. 

Oh ia selain itu, dikarenakan jurusan saya berada dibawah bendera fakultas kedokteran, jadi materi – materi gizi klinisnya cukup menonjol (ini bukan berarti bidang lainnya yaitu gizi pangan dan gizi masyarakat tidak menonjol). Dosen – dosen kami cukup banyak yang berasal dari kalangan dokter jadi unsur – unsur klinis dan kedokteran tatkala sering juga diberikan kepada kami, ya walaupun kadang hanya sekilas karena memang pada akhirnya fokus kami adalah antara pemberian makanan dan proses penyembuhan penyakit. Kami juga belajar banyak tentang teknologi pangan, kami diajarkan mengenai berbagai macam materi dan teori penting tentang teknologi pangan. 

Selama 4(empat) tahun saya berkuliah, ternyata memang masih banyak hal yang terus diteliti dan ilmu gizi masih terus berkembang, jadi kesempatan kita untuk meneliti atau menemukan hal baru masih cukup besar dibandingkan ilmu – ilmu lainnya yang terbilang lebih tua dari ilmu gizi

Sekian untuk artikel gizi kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email atau like fans page kami. Sekian dan Terimakasih

Dee Nutrition's Blog
Share:

Ilmu Gizi, Pangan dan Zat Gizi

Ilmu Gizi, Pangan dan Zat Gizi


Gizi dan Peranannya Untuk Tubuh Kita

Apa itu Gizi? Apakah pengertian gizi itu sendiri? Seberapa pentingkah peranan gizi bagi kehidupan kita? Mari simak penjelasan mengenai Gizi pada artikel kali ini. Artikel kali ini akan membahas dan mengulas tentang definisi Gizi itu sendiri. Gizi memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan kita, walaupun Sebagian dari kita mungkin tidak sadar, namu jika kita telaah lebih dalam lagi Gizi memiliki peran penting dan besar untuk tubuh kita.

“Disadari atau tidak, gizi memiliki peranan yang penting untuk tubuh kita”

Gizi atau dalam Bahasa inggris berarti Nutrition merupakan segala sesuatu substansi organik yang dibutuhkan oleh tubuh pada proses perkembangan, pertumbuhan, dan pemeliharaan tubuh dan kesehatan seseorang. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Gizi adalah zat yang terkandung dalam makanan pokok yang diperlukan bagi pertumbuhan dan kesehatan badan. Seseorang dikatakan bergizi ketika asupan gizi yang didapatkan dari makanan dan minuman (pangan) yang diasup seseorang mencukupi kebutuhan sehari – harinya, menjaga kesehatannya dan optimalnya pertumbuhan serta perkembangan tubuhnya. Jika sudah mengetahui tentang pengetahuan Gizi itu sendiri, pasti kita akan sadar bahwa gizi memiliki kaitan yang sangat penting dengan pangan yang kita konsumsi setiap hari.

Gizi dan Pangan Saling Berkaitan

Gizi dan pangan saling berkaitan satu sama lain. Pangan sendiri merupakan sebuah produk yang berasal dari tumbuhan atau hewan yang diasup oleh seseorang untuk memberikan energi dan zat gizi – zat gizi yang diperlukan oleh tubuh untuk proses pertumbuhan, perkembangan dan pengaturan tubuh seseorang. Gizi seseorang dapat terpenuhi dari makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari. Setiap jenis pangan terkadang akan memberikan zat gizi spesifik jika dikonsumsi dan menjadi sumber zat gizi spesifik. Contohnya seperti nasi yang merupakan sumber karbohidrat, atau daging sebagai sumber protein, dan makanan – makanan sebagai sumber zat gizi yang lainnya.

“Pemenuhan Gizi berkaitan dengan pemilihan dan pengonsumsian pangan seseorang”

Pemenuhan gizi pada seseorang erat kaitannya dengan pemilihan dan pengonsumsian pangan seseorang. Jadi tiap orang memiliki presentase pemenuhan gizi yang berbeda – beda. Banyak hal yang dapat mempengaruhi pemilihan dan konsumsi pangan seseorang yang jelas akan pengaruhi asupan gizinya, ini akan mengakibatkan status gizi tiap orang akan berbeda. Ada yang status gizinya normal, kurang ataupun lebih. Kita semua tentunya mengharapkan status gizi yang normal karena berarti asupan gizi yang kita peroleh dari pangan yang kita konsumsi mencukupi kebutuhan gizi harian kita, namun tidak dapat disembunyikan fakta pula bahwa terdapat seseorang yang memiliki status gizi yang kurang akibat kurangnya asupan gizi dan pangan dan ada yang berlebih.

Jadi Gizi itu Sangat Penting

Bagaimana? Sudah jelas dari pembahasan diatas bahwa gizi itu sangatlah penting untuk seseorang karena berhubungan dengan proses pertumbuhan, perkembangan, pemeliharaan dan kesehatan tubuh seseorang. Tanpa gizi dan asupan pangan yang mencukupi kebutuhan maka berbagai proses tersebut akan mengalami kendala dan dapat menyebabkan masalah. Oleh karena itu, ayo cukupi kebutuhan gizimu setiap hari dengan konsumsi pangan yang beragam dan mencukupi setiap harinya.



Makanan itu Penting Lho Bagi Tubuh



Anda suka makan bukan? Jika jawabannya tidak, maka anda akan berisiko terkena malnutrisi atau masalah gizi. Makanan itu penting bagi tubuh kita. Kenapa makanan sangat penting? Mari kita bahas pada artikel kali ini.

Definisi Pangan

Sebelum kita mulai membahas tentang makanan, alangkah baiknya kita mengetahui tentang definisi pangan. Pangan adalah suatu produk yang berasal dari tumbuhan atau hewan yang diasup oleh seseorang untuk memberikan energi dan zat gizi – zat gizi yang diperlukan oleh tubuh untuk proses pertumbuhan, perkembangan dan pengaturan tubuh seseorang. Gizi seseorang dapat terpenuhi dari makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari. Setiap jenis pangan terkadang akan memberikan zat gizi spesifik jika dikonsumsi dan menjadi sumber zat gizi spesifik. Bedangnya pangan dan makanan adalah pangan dapat berarti makanan atau minuman, sedangkan makanan (ya makanan) adalah suatu produk padat yang kita konsumsi.

Makanan sebagai Sumber Zat Gizi

Pasti kita semua sudah tahu definisi makanan bukan? Makanan adalah sesuatu yang kita makan.  Merujuk dari kaidah KBBI, dijelaskan bahwa makanan adalah. Sudah jelas bukan? Bahwa makanan itu sangat penting. Makanan (dan juga minuman) yang kita konsumsi setiap hari dibutuhkan oleh tubuh untuk menyokong zat gizi yang diperlukan. Kita semua pasti makan bukan? Setiap hari kita mengonsumsi makanan untuk dapat ber-aktivitas, tumbuh dan berkembang. Kita perlu makanan untuk dapat memenuhi kebutuhan zat gizi kita setiap harinya agar segala proses metabolisme yang terjadi pada tubuh kita berjalan dengan baik dan optimal. Setiap makanan yang kita makan pasti memiliki kandungan zat gizi, makanan juga dibagi menjadi beberapa jenis dan memiliki kandungan zat gizi spesifik yang tinggi dibandingkan jenis makanan lainnya.

Ayo Makan

Bagaimana? Sudah tahu bukan betapa pentingnya makanan bagi tubuh kita? Makanan yang kita makan berfungsi sebagai sumber energi dan zat gizi yang sangat dibutuhkan tubuh untuk dapat melakukan tugasnya dengan baik. Ayo makan makanan dan minuman secara cukup setiap hari agar kita menjadi lebih sehat dan dapat melakukan aktivitas secara baik dan optimal.

Zat Gizi dan Macam – Macam Jenisnya



Gizi, pangan, dan Ilmu Gizi sudah kita pelajari kemarin. Selanjutnya yang akan dibahas pada artikel sekarang akan lebih spesifik, yaitu mengenai Zat Gizi. Apa pengertian zat gizi? Terdapat Berapa Macam Jenis Zat Gizi? Semuanya akan dibahas pada artikel kali ini. So Let’s Start.

Berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Zat gizi atau yang juga sering disebut dengan nutrient (Bahasa inggrisnya adalah Nutrient) dapat dikatakan sebagai zat organic yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk hidup, tumbuh, dan berkembang. Sederhananya seseorang membutuhkan makanan untuk bisa mencukupi zat-zat gizi yang diperlukan tubuh agar tubuh dapat bekerja, tumbuh dan berkembang dengan baik.

Zat gizi atau nutrient diperlukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya, sehingga dapat menjaga status gizi serta kesehatan orang tersebut. Zat gizi dapat terpenuhi jika kita mengonsumsi makanan dan minuman secara bervariasi dan juga cukup, tidak lebih maupun kurang. Kekurangan asupan makanan akan menimbulkan kekurangan asupan energi dan zat – zat gizi yang diperlukan dan akan menimbulkan masalah pada status gizi dan kesehatannya, begitu juga dengan kelebihan asupan zat gizi juga tidak baik.

Zat Gizi Terbagi Kedalam Dua Kelompok Besar

“Zat Gizi Dibagi Menjadi Zat Gizi Makro dan Zat Gizi Mikro”

Secara garis besar zat gizi dibagi menjadi 2(dua) kelompok yaitu zat gizi makro (macronutrient) dan zat gizi mikro(micronutrient). Kelompok zat gizi makro terdiri dari Karbohidrat, Protein, Lemak dan Cairan sedangkan kelompok zat gizi mikro terdiri dari vitamin, mineral dan vitamin-like compound (senyawa organic seperti vitamin). Secara sederhana makro artinya besar dan mikro artinya kecil yang dapat diartikan dimana zat gizi makro adalah kelompok zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang besar, lebih besar dibandingkan zat gizi mikro. Sebaliknya zat gizi mikro adalah zat gizi yang diperlukan dalam jumlah yang relatif sedikit, lebih sedikit ketimbang zat – zat gizi makro. Walaupun zat gizi mikro dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, bukan berarti zat gizi makro memiliki peranan yang lebih penting untuk tubuh. Semua zat gizi baik zat gizi makro maupun mikro memiliki peranan spesifik masing – masing yang semuanya penting untuk proses pertumbuhan, perkembangan, pemeliharaan, dan metabolism tubuh seseorang jadi semuanya tanpa terkecuali harus dipenuhi dengan konsumsi berbagai macam makanan yang bervariasi setiap hari.

Fungsi kedua kelompok zat gizi yaitu makro dan mikro juga berbeda. Kelompok Zat gizi makro memiliki peranan penting yang utamanya dalam metabolisme energi, jadi kita perlu mencukupi kebutuhan zat gizi makro agar dapat memberikan energi yang optimal untuk kita dapat beraktivitas. Karena hal ini pula zat gizi makro juga sering disebut dengan zat gizi penghasil energi/sumber energi tubuh karena zat – zat gizi tersebut memberikan energi untuk tubuh kita. Fungsi lain Zat gizi makro adalah untuk proses pertumbuhan, perkembangan dan pemeliharaan seseorang, contohnya seperti protein dan lemak sebagai pembentuk jaringan tubuh, protein juga memiliki peranan yang luas dalam hal regulasi tubuh. Karena diperlukan untuk energi, dan proses – proses tadi jumlah yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak, oleh karena itu zat – zat gizi tersebut diperlukan dalam jumlah yang banyak (makanya dikelompokkan kedalam zat gizi makro.

Berbeda dengan zat gizi makro, zat gizi mikro  memiliki peranan yang membantu dalam berbagai proses metabolism tubuh. Zat gizi mikro tidak memberikan energi bagi tubuh kita, namun mereka memfasilitasi dan ikut berpartisipasi dalam berbagai macam aktivitas metabolism di seluruh tubuh. Fungsi lain zat gizi mikro utamanya golongan mineral, memiliki fungsi dalam pembentukan struktur tulang dan gigi. Terdapat zat gizi mikro yang juga mempunyai peranan meregulasikan beberapa aktivitas metabolisme tubuh seperti regulasi ion dan keseimbangan cairan tubuh.

Zat- Zat Gizi Baik Makro maupun Mikro Harus Terpenuhi Semuanya

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai zat gizi, dapat dipastikan bahwa kita semakin tahu mengenai gizi itu sendiri. Untuk dapat memenuhi kebutuhan zat gizi seseorang, maka pemenuhan zat – zat gizi baik zat gizi makro dan mikro haruslah tercukupi dan terpenuhi agar tubuh dapat bekerja secara optimal. Zat gizi makro dan mikro masing – masing memiliki fungsinya sendiri – sendiri yang memainkan peranan penting pada tubuh kita. Karenanya, mari kita konsumsi makanan dan minuman secara cukup untuk memenuhi kebutuhan zat gizi harian kita untuk bisa tumbuh, berkembang, dan sehat setiap hari.


Sekian untuk artikel gizi kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email atau like fans page kami. Sekian dan Terimakasih

Dee Nutrition's Blog
Share:

Tuesday, February 6, 2018

Akhirnya Saya Diterima oleh Google Adsense (Part 2)



Setelah saya mendapatkan email penolakan dari Google Adsense, saya disuruh untuk memperbaiki blog saya agar bisa didaftarkan kembali. Ternyata blog saya masih ada 3 (tiga) masalah yang harus saya perbaiki. Ringkasan dari tiga masalah tersebut adalah  seperti ini 1) Blog saya kurang unik dan spesifik, Google hanya mau menerima blog dengan niche yang unik dan spesifik serta relevan dengan kondisi saat ini, 2) Tidak boleh memasang  iklan di halaman statis (seperti contact me, about me, disclaimer, privacy policy, terms & conditions, dan sebagainya) dan harus disembunyikan atau tidak ditampilkan, dan 3) Navigasi blog harus memudahkan pengunjung blog untuk diakses, tidak membingungkan dan tidak rumit untuk diakses, widget juga harus sesuai dan tidak berlebihan.

"SAYA DI TOLAK DAN TERUS DI TOLAK GOOGLE ADSENSE"


Ketiga masalah diatas membuat blog saya ditolak. Setelah saya mendapatkan email tersebut, saya cukup sedih karena saya ditolak, namun saya sebenarnya sudah tahu bahwa saya akan ditolak karena waktu itu saya bertanya di grup Q&A Google Adsense, ternyata (kalau tidak salah ingat) 95% blog yang mendaftarkan diri ditolak oleh Google Adsense pada awalnya karena banyak hal. Oleh karena info tersebut saya mulai menurunkan ekpektasi saya untuk diterima dan hanya bisa menunggu sampai email dari Google Adsense tiba. Setelah saya dapat penolakan, saya hanya bersedih sebentar dan kemudian bangkit lagi untuk memperbaiki masalah – masalah yang ada di blog saya agar blog saya bisa diterima oleh Google Adsense.

Minggu pertama di bulan Januari 2018, saya benar – benar sibuk untuk memperbaiki template blog saya. Saya merombak template, serta widget, bahkan saya mengganti template saya dengan template lain (namun kembali lagi dengan template lama karena saya sudah tidak mau membangun template blog saya dari awal.) Setelah saya yakin bahwa masalah – masalah yang ada sudah saya atasi, sayapun mendaftarkan kembali ke Google Adsense. Ada info lagi kalau kamu sudah dapatkan email review dari Google Adsense dan kamu mencoba untuk mendaftarkan lagi, maka proses menunggunya tidak selama ketika pertama kali kamu mendaftar. Jadi jika ketika saya pertama kali mendaftar dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk dapat email dari Google Adsense, maka selanjutnya hanya butuh 3 – 4 hari. Ternyata hal tersebut benar adanya, selang 3 hari email review dari Google Adsense kembali saya dapatkan dan SAYA DITOLAK lagi dengan masalah yang sama.

Semangat Sayapun mulai Menurun


Apakah saya menyerah? Tentu saja tidak, saya pernah baca dari Q&A di grup Google Adsense kalau kita tidak boleh menyerah, banyak blogger yang ditolak sangat banyak. Bahkan ada yang ditolak selama 10 kali. Saya sendiri, saya sudah ditolak sekitar 9 kali. 9 kali tolakan dari 10 pendaftaran saya ke Google Adsense. Waktu penolakan ke delapan, saya sebenarnya sudah seperti hilang semangat kalau mungkin saya memang tidak akan diterima oleh Google Adsense. Padahal saya sudah mengutak – atik template blog saya agar bisa sesuai apa yang dimau oleh Google Adsense, tetapi ternyata saya terus mendapatkan penolakan. Setelah itu, saya mendiamkan tidak mengotak – atik blog saya selama 1-2 minggu. Ketika percobaan ke-9 saya mendaftar, saya hanya mengotak – atik sedikit template blog saya dan saya daftar lagi. Hasilnya SAYA DITOLAK lagi, namun ada satu hal yang berbeda dari email PENOLAKAN yang kesembilan. Ternyata di email penolakan yang kesembilan, hanya terdapat satu masalah lagi yang harus saya selesaikan, yaitu poin ke 3 (tadi yang diatas).



Saya pun mengecek kembali blog saya, dan ternyata benar jadi karena saya lupa bahwa ketika kita mengganti template blog kita, maka widget dari template sebelumnya akan tetap ada ketika template terganti, oleh karena itu saya akhirnya menghapus widget – widget yang tidak perlu dan dari template sebelumnya dan saya kembali mendaftarkan diri ke Google Adsense. Gara – gara email penolakan ke-9 , semangat saya akhirnya kembali lagi. Ternyata selama ini saya sudah benar dalam memperbaiki hal – hal/masalah yang diminta Google Adsense untuk diperbaiki .Pendaftaran yang ke-10, semangat saya untuk bisa menjadi publisher Google Adsense kembali dan satu hari setelah saya mendaftarkan diri, kembali lagi ke cerita saya sebelumnya di awal, Waktu itu Maghrib dan saya masih rajin mengecek email saya dan BOOM, email dari Google Adsense yang ke 10 akrhinya tiba di email saya. Jantung saya deg-degan, ada yang berbeda dari isi email yang ke 10 ini. Bagi anda yang masih bingung, jadi ketika anda membukan email – email yang masuk di email anda, pasti akan ada semacam overview/cuplikan berupa beberapa teks dari konten pada email tersebut kan, dan itulah yang terjadi pada saya. Email yang ke-10 ini begitu berbeda, ada kata selamat didalamnya.

Jantung saya berdebar – debar ketika saya mau membukanya, dan ketika saya mengklik email dari Google Adsense tersebut, dan boom… gambar dibawah ini pun muncul… Saya akhirnya diterima oleh Google Adsense…

Dee Nutrition email diterima Google Adsense
Yeah... Penantian 6 bulan ternyata tidak sia - sia


Saya diterima, setelah 10 kali pendaftaran ke Google Adsense, 9 kali email penolakan dari Google Adsense, dan akhirnya saya diterima oleh Google Adsense di percobaan ke 10 saya… Saya langsung teriak dan sangat senang (sampai saya lupa kalau saat itu adalah Maghrib, untung sore itu sedang hujan jadi tidak begitu kedengaran oleh tetangga lain). Saya sangat bersyukur akhirnya saya bisa mendapatkan salah satu target dan impian saya sejak dulu. Saya akan terus menulis dan menjadi seorang penulis blog yang lebih baik lagi kedepannya. Terimakasih.

Itulah sekilas mengenai cerita saya tentang bagaimana saya berhasil diteirma oleh Google Adsense. Tentunya ini akan membuat saya semakin semangat untuk terus menulis dan membuat artikel yang berkualitas di blog saya. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan kirim pertanyaan anda melalui kolom komentar yang ada dibawah. Saya akan berusaha untuk membantu anda sebisa saya dari pengalaman – pengalaman yang sudah saya dapat.



Sekian untuk artikel kali ini, Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page kami. Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih.  

Author of Dee Nutrition's Blog
Share:

Monday, February 5, 2018

Akhirnya Saya Diterima oleh Google Adsense Part 1


Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah… Kata – kata yang saya ucapkan seraya Tuhan mengabulkan permintaan saya. Saya akhirnya resmi menjadi seorang Ads Publisher Google Adsense. Saat itu, Waktu menunjukkan pukul 18:45 WIB, saya telah selesai melaksanakan Sholat Maghrib. Seperti biasanya, sebelum saya membaca Al-Qur’an, saya mengecek semua social media dan email saya siapa tahu ada info-info penting (untuk saya). Saya pun mencoba me-refresh Gmail Apps di Smartphone saya, berharap bahwa review email kedua dari Google Adsense sudah datang. Ternyata benar, email dari Google Adsense tiba. Alangkah terkejutnya ketika saya membukanya, ternyata saya diterima dan resmi menjadi publisher Google Adsense.

Saya diterima Google Adsense

I feel ecstatic. Inilah yang saya tunggu – tunggu, setelah saya mendapatkan email dan membacanya, saya langsung memberitahukan kabar baik ini kepada Ibu saya, dan Ibu saya pun bahagia akan capaian saya. Memang di awal saya mencoba untuk Blog, ibu saya tidak setuju dan meremehkan saya bahwa yang saya lakukan adalah sebuah hal yang sia-sia, namun bukan berarti saya menyerah. Ketika itu, saya malah semakin berhasrat untuk bisa menghasilkan uang dari hobi saya nge-blog, dan membuktikan ke ibu saya bahwa saya bisa melakukannya. Semuanya terbayar manis, perjuangan saya terbayarkan dan saya bisa membuktikan semuanya ke ibu saya.

Akhirnya penantian panjang, kesabaran, dan perjuangan tanpa kenal lelah dan menyerah saya terbayarkan. Saya bisa menghasilkan uang dari salah satu hobi saya yaitu menulis. Sejak dahulu saya memang ingin terus mengembangkan bakat saya di blog dan kemampuan menulis saya. Apalagi setelah saya menyelesaikan artikel penelitian saya (yang sangat membuat saya stress), ada satu hal yang saya dapatkan, ternyata kemampuan menulis saya masih jauh dari kata ‘BAIK’. Setelah saya selesai kuliah, saya memutuskan untuk menjadi Blogger lagi dan mulai melatih serta meningkatkan kemampuan menulis saya. Saya memiliki rencana untuk membangun blog saya menjadi sebuah personal blog yang ter-established dan bisa menhasilkan uang dari situ. Sejak saat itu, target saya adalah saya bisa menjadi seorang publisher/pengiklan Google Adsense.

Google Adsense itu Seperti Primadona Layanan Periklanan Blog


Siapa yang tidak mengenal Google Adsense? Tentunya semua penulis blog (termasuk saya) pasti sudah tahu tentang Google Adsense. Google Adsense adalah layanan dari Google (dan Alphabet Inc.) tentang jasa periklanan di web (blog). Di dunia jasa periklanan web, Google Adsense adalah layanan iklan yang sudah sangat ter-established dengan baik, banyak perusahaan-perusahaan yang mempercayakan produk/jasanya di Google Adsense agar bisa diiklankan di web. Lalu apa yang menarik bagi para penulis Blog mengenai Google Adsense? Blog/website yang dimiliki oleh penulis blog dapat didaftarkan ke layanan Google Adsense untuk dapat mengiklankan iklan – iklan dari perusahaan – perusahaan yang sudah bekerja sama dengan Google Adsense. Ketika blog kita diterima oleh Google Adsense dan mulai bisa memasang iklan, setiap iklan yang di ’klik’ oleh pengunjung(karena mungkin mereka tertarik dengan iklan yang ditampilkan) maka kita akan dapat bayaran dari Google Adsense. Tentunya sangat menarik bukan? Dan itulah yang ingin saya dapatkan, dan akhirnya saya mendapatkannya. 

Perjuangan saya agar blog saya bisa diterima Google Adsense membutuhkan waktu selama 6 Bulan. Semuanya berawal di bulan Agustus 2017. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, setelah saya selesai melaksanakan tugas akhir (dan tinggal menunggu waktu wisudah di Bulan November 2017), saya mulai aktif lagi menjadi blogger .  Saya ingin membuat sebuah personal blog saya sendiri dan bisa menghasilkan uang dari blog saya. Agustus 2017, saya mulai membuat postingan lagi di blog saya, masih belum banyak karena saya masih harus belajar lagi mengenai Teknik menulis dan meningkatkan kemampuan menulis saya. Saya juga harus belajar mengenai Bahasa HTML/XML untuk bisa mengedit template blog saya agar bisa diterima Google Adsense.

Syarat - Syarat Harus Dipenuhi untuk Bisa Diterima Google Adsense


Oh ia, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar blog kita bisa diterima oleh Google Adsense. Peraturan dasarnya (saya mencoba meringkas semua aturan yang saya tahu untuk bisa menjadi publisher Google Adsense)  adalah 1) Usia penulis blog harus lebih dari 18 tahun, 2) Usia blog sudah lebih dari 6 bulan, 3)Memiliki postingan banyak (lebih dari 30 artikel) dan berkualitas 4) Artikel harus original/asli buatan penulis blog 5) Blog haruslah unik dan memiliki tema yang spesifik 6) Blog harus SEO Friendly 7) Blog tidak boleh melanggar ketentuan layanan Blogger  dan Google Adsense (Bisa di cek di web Google Adsense). Ke tujuh hal tersebut sebenarnya adalah hal – hal yang umum yang kalian dapatkan setiap kalian membaca bagaimana persyaratan untuk bisa diterima Google Adsense, namun masih banyak lagi hal - hal teknis lainnya yang perlu diperhatikan dan dilakukan agar diterima.

Kembali lagi ke cerita blog saya. Memasuki bulan September 2017, saya mulai meningkatkan jumlah postingan di blog saya. Saya mulai membuat artikel dan menerbitkan artikel di blog saya setiap harinya hingga artikel di blog saya mencapai 100 artikel. Selain itu saya mulai merombak tampilan blog saya agar SEO (Search Engine Optimization) Friendly, dan bisa diterima Google Adsense. Saya membuat tampilan blog yang sesuai dengan tema blog saya yaitu Gizi dan kesehatan (sekarang mungkin ditambah mengenai blogging, dan hobi saya menulis bebas). Saya membuat tampilan blog menjadi minimalis dengan warna dasar hijau dan putih abu-abu. Saya juga membuat tampilan blog dengan navigasi dan widget yang memudahkan pengunjung ketika membaca artikel di blog saya. Untuk lebih serius, saya juga mendaftarkan blog saya menjadi domain TLD (Top Level Domain). Apa itu TLD? Sederhananya (lagi) adalah domain web dengan .com , .id, .org, .edu dan sebagainya. Beberapa artikel yang pernah saya baca juga, dengan penggunaan TLD ini maka akan semakin meningkatkan kesempatan kita untuk bisa diterima oleh Google Adsense.

Setelah semuanya sudah saya perbaiki, akhirnya saya mendaftarkan blog saya ke Google Adsense . Saya pun menunggu satu minggu, dan ternyata saya mendapatkan penolakan karena adalah masalah dengan akun saya. Ternyata kita tidak boleh mempunyai dua akun Google Adsense, hanya boleh satu akun. Dari situ saya pun menghapus semua akun Google Adsense saya dan mulai mendaftarkan lagi. Pada bulan Oktober 2017, saya pun mendaftarkan blog saya dengan akun baru, dan saya harus menunggu selama 3 bulan untuk bisa mendapatkan email balasan dari Google Adsense lagi.

Ada yang bilang setelah kita mendaftarkan diri ke Google Adsense, yang kita harus lakukan adalah bersabar menunggu email dari Google Adsense. Jika di akun adsense dikatakan dibutuhkan waktu 3 hari kerja untuk bisa mendapatkan email review dari Google Adsense, kemungkinannya itu tidak akan terjadi, apalagi jika blog kita belum cukup terkenal. Kita harus menunggu lebih dari 3 hari untuk bisa dapatkan emailnya (saya sendiri malah 3 bulan). Selain bersabar, saya juga tidak boleh mengutak – atik template blog saya karena katanya bisa membuat blog kita dikira oleh Google Adsense masih belum siap untuk di review. Walaupun saya tahu tentang info tersebut, saya ternyata tetap terus mengedit template blog saya, mengganti widget serta koding halaman. Saya memiliki sifat yang tidak sabaran dan menerka – nerka kenapa saya belum mendapatkan email balasan dari Google Adsense.

3 bulan saya menunggu untuk bisa mendapatkan email balasan dari Google Adsense, dan akhirnya awal Januari 2018 saya mendapatkan email balasan dari Google Adsense. 1 Januar 2018, saya masih menunggu email dari Google Adsense yang tidak kunjung datang. Disitu semangat saya mulai mengendur dan menurun. Padahal saya dari Oktober – Desember 2017, saya selalu membuka email  saya setiap hari berharap ada email dari Google Adsense. Lalu pada tanggal 03 Januari 2018, akhirnya email Google Adsense pun tiba, dan hasilnya saya di TOLAK. 

Sekian untuk artikel kali part 1 kali ini, nantikan part 2 dari cerita saya diterima Google Adsense di blog ini... Jika ada komentar, sanggahan, kritik, ataupun saran, silahkan kirimkan melalui boks komentar yang ada dibawah. Jangan lupa subscribe melalui email dan like fans page kami. Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih Author of Dee Nutrition's Blog
Share:

Tuesday, January 16, 2018

Dee Nutrition : Nikmatnya Makan Di Rumah




Pulang kampung? Siapa yang tidak senang dengan pulang kampung. Apalagi bagi seorang mahasiswa perantauan, pulang kampung adalah salah satu hal yang paling membahagiakan bagi saya. (Oh ia, saya berkuliah di jurusan S1 Ilmu Gizi Universitas Diponegoro dan lulus pada November 2017 kemarin jika anda belum tahu). Apa yang terlintas dalam benak anda jika anda sebagai mahasiswa perantauan mendengar kata Pulang Kampung? Pasti initnya adalah kebagaiaan bertemu keluarga di rumah. Ketika pulang kampung, selain bisa bertemu dengan orang – orang tersayang kita (ayah, ibu, kakak, adik dan saudara – saudara lainnya), ada satu hal yang membuat saya bahagia, yaitu bisa makan sepuasnya.

"Pulang Kampung adalah Hal yang Sangat Menyenangkan"

Banyak mahasiswa atau orang – orang bilang bahwa pulang kampung adalah saatnya untuk perbaikan zat gizi dan status gizi, mungkin itu ada benarnya.  Ketika pulang kampung, saya bisa mengonsumsi makanan sepuasanya tanpa takut anggaran bulanan saya habis, karena jujur selama saya kuliah, saya tetap harus menyimpan dan menjaga anggaran bulanan yang dikirim oleh ibu saya untuk satu bulan. Tentuya hal ini terkadang berimbas pada saya harus mengirit dan membatasi pola makan saya agar tidak berlebihan. Hal ini membuat status gizi dan berat badan saya kerap menurun, dan tak jarang jika saya terlalu ketat dalam menjaga anggaran bulanan saya saya terkadang bisa terkena sakit. Pulang kampung adalah satu – satunya hal yang saya tunggu, karena saya bisa makan sepuasnya tanpa harus memikirkan uang bulanan. Saya bisa makan enak, makan banyak, dan akhirnya membuat berat bada saya naik ketika saya pulang kampung dan liburan selama beberapa waktu di rumah.

Menjaga anggaran bulanan ketika kuliah itu sudah seperti tugas yang sangat berat menurut saya (jika ini adalah sebuah ujian maka ujian ini sulit untuk bisa mendapatkan nilai yang bagus). Kenapa saya bisa berkata begitu? Karena dunia perkuliahan itu dinamis dan tidak terduga, pasti terdapat banyak pengeluaran yang kita lakukan dan terkadang ada pengeluaran tidak terduga yang tiba – tiba muncul suka atau tidak suka kita harus menerimanya. Kita juga harus mengontrol dan menjaga nafsu serta keinginan kita untuk bisa makan enak atau berbelanja, karena jika tidak maka sudah dapat dipastikan, anggaran bulanan kita untuk satu bulan bisa habis sebelum tenggat waktu pengiriman anggaran bulanan selanjutnya.

Kejadian paling parah yang pernah saya alami adalah ketika saya benar – benar hampir kehabisan uang, akhirnya saya selama satu minggu mengonsumsi mi instan setiap hari. Mengonsumsi mi instan? Hal itu adalah kegiatan hina, karena saya sebagai mahasiswa gizi tentunya tahu bahwa makanan cepat saji itu tidak baik bagi kesehatan, namun ternyata krisis keuangan mengalahkan semua yang telah saya pelajari. ‘Teori kalau kita kepepet kita akan melakukan apapun untuk bertahan hidup berlaku saat ini.’, itulah yang saya pikirkan ketika saya mengalami krisis keuangan ketika saya kuliah dulu.



Kembali lagi ke makan di rumah, karena makan dirumah kita tidak perlu pusing – pusing lagi dalam mencari makan dan mengatur anggaran bulanan, tentu saja kita bisa mengonsumsi apapun yang kita inginkan bukan? Kita bisa makan sebanyak – banyaknya tanpa perlu pusing dengan uang bulanan kita. masalah berat badan bertambah? Itu bukanlah sebuah masalah selama kita bisa makan enak dan makan sepuasnya. Saya sendiri ketika saya liburan dan pulang kampung, setelah saya selesai liburan atau hampir habis masa liburan, berat badan saya bisa bertambah 3 – 4 kg, yang alhasil membuat saya sedikit bertambah gemuk.

Saya sangat menikmati makan di rumah karena ketika makan di rumah, saya seperti bisa makan sepuasnya tanpa adanya beban untuk menjaga pengeluaran bulanan saya. Tentunya ini sangat menyenangkan karena saya tidak harus mengalami stress dan alhasil menurunkan berat badan saya ketika saya kuliah.
Share:

Thursday, January 11, 2018

Dee Nutrition: Projek Membuat Komik Strip Gizi Dee Nutrition Dimulai

Siapa yang Tidak Suka Komik?


Komik? Siapa diantara kalian yang tidak suka membaca komik? Pasti mayoritas anak – anak muda jaman sekarang suka membaca komik, apalagi komik strip. Siapa yang tidak kenal dengan komik strip? Komik strip dapat dikatakan sebagai komik pendek karena hanya memuat beberapa gambar dan scene cerita. Saat ini komik strip sedang booming (naik pamor) di social media. Banyak creator – creator yang meluncurkan komik strip dengan keunikannya masing – masing. Hal inilah yang mendorong saya juga ingin sekali membuat komik strip saya sendiri.

Rencananya bulan ini saya akan membuat dan mendesain karakter dan settingan untuk projek komik saya. Saya tidak serta merta ingin membuat komik strip, sebenarnya sudah sejak dulu saya ingin membuat dan menjadi seorang creator Comic Strip namun belum kesampaian. Saat ini saya sedang mempersiapakan untuk bisa meluncurkan komik strip Gizi.Sebelum itu saya akan menjelaskan beberapa alasan kenapa saya ingin membuat komik strip. Dibawah ini merupakan beberapa alasan yang membuat saya ingin menjadi seorang creator komik strip.

Saya Ingin Mengedukasi melalui Komik Strip Gizi
Saya adalah seorang sarjana gizi dan kesehatan, tentunya kita sebagai seorang sarjana dalam bidang kesehatan mempunyai tugas (atau mungkin andil) dalam mengedukasi masyarakat. Dimana lagi tempat mengedukasi dengan mudahnya kalau bukan di social media? Social media sekarang ini bisa menjadi sarana atau tempat kita bisa memberikan edukasi gizi, dan untuk membuat edukasi gizi lebih menarik maka kita juga harus menyesuaikan dengan trend – trend yang ada pada saat ini, salah satunya adalah Komik Strip.



Saya Suka Desain
Saya bisa dikatakan suka mendesain vector. Saya sejak dulu sangat suka bermain komputer/laptop. Ketika saya bermain dengan laptop saya, saya banyak mengeksplorasi berbagai macam software yang ada di laptop saya dari game, software office, software desain bahkan sampai pemrograman pernah saya pelajari dan saya latih. Untuk masalah kreativitas, mungkin saya tidak kalah dengan para creator – creator atau mahasiswa jurusan desain (walaupun saya bukan berasal dari jurusan komputer ataupun DKV). Saya menguasai beberapa software desain grafis. Sudah terdapat banyak media yang saya buat dari poster, leaflet, brosur, booklet, cover halaman, banner, serta animasi. Saya juga ketika kuliah mengikuti himpunan mahasiswa yang berada dalam bidang media dan informasi, jadi media bukanlah sesuatu yang asing bagi saya.

Saya Ingin Memperluas Jangkauan Brand Dee Nutrition
Saya memiliki Brand yang saya buat sendiri yaitu Dee Nutrition. Saya sejak dulu ingin memiliki brand sendiri dan ketika saya kuliah saya memutuskan untuk membuat brand Dee Nutrition. Tadinya saya hanya ingin membuat brand Dee Nutrition untuk blog saya, namun kemudian brand Dee Nutrition  ingin terus saya perluas dan merambah ke sector lainnya, salah satunya adalah komik strip.

Komik Strip yang Semakin Diminati
Kenapa banyak orang suka dan membaca komik strip? Jawabannya menurut saya (sudut pandang pribadi) adalah karena komik strip itu ceritanya pendek, namun ada esensi yang terdapat didalam cerita komik strip tersebut. Kita tidak perlu membaca terlalu lama dan membuang waktu kita untuk mengetahui tujuan komik strip itu dibuat, terkadang ada maksud menghibur, memberi informasi terkait suatu informasi, mengkritik, ataupun pengingat akan kehidupan sehari – hari . Tentunya jika kita membaca komik biasa, kita harus berlama – lama membaca komik dan membuang waktu bukan?


dee nutrition hello


Sekian untuk artikel kali ini, selanjutnya saya akan terus memposting mengenai projek komik strip saya di blog ini. Jika ada kritik ataupun saran saya sangat mengharapkannya untuk membuat saya menjadi lebih baik. Sekian dan terimakasih.

Jika artikel ini membantu, share artikel ini ke sosial media kalian dengan cara mengklik ikon social media yang ada dibawah untuk membantu blog ini Sekian dan Terimakasih
 Author of Dee Nutrition's Blog
Share:

Tuesday, January 9, 2018

Dee Nutrition : Pengalaman Kerja Selama Kuliah Di Jurusan Gizi Undip



Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika kuliah itu akan menghabiskan waktu seseorang. Kita sebagai mahasiswa dituntut untuk melakukan banyak hal dari kegiatan yang berbau akademik seperti kegiatan belajar, praktikum laboratorium dan lapangan, enumerator (pengambil) data, dan presentasi sampai kegiatan non-akademik seperti ekstrakulikuler, mengikuti ke-organisasi-an di lingkup jurusan, fakultas, universitas ataupun di luar universitas, dan juga Bekerja. Dan untuk kali ini saya akan membahas tentang pengalaman kerja saya ketika saya kuliah.

Sepertinya membahas tentang pekerjaan adalah sesuatu yang tepat saat ini, karena saya merupakan seorang pengangguran fresh graduate jurusan gizi. Bagi anda yang belum tahu, saya adalah lulusan  dari Jurusan S1 Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah. Tahun ini, tepatnya pada 07 November 2017 kemarin, saya akhirnya dinyatakan lulus dari Undip dan resmi mendapatkan gelar fresh graduate. Menjadi seorang Fresh Graduate berarti ada dua pilihan bukan? Mungkin dapat dijabarkan secara garis besar bahwa seorang Fresh Graduate akan melanjutkan kuliah atau mendapatkan pekerjaan. Untuk saya pribadi, saya memilih untuk melanjutkan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi lagi yaitu S2 atau Master, namun bukan berarti saya tidak memiliki pekerjaan. Saat ini saya sedang mempersiapkan diri untuk membuat pekerjaan saya sendiri. Saya ingin memantapkan diri menjadi seorang Content Creator, saya sedang merintis karir saya di dunia Blogging, YouTube, Komik dan Desain. Doakan Saya ya…~~

 Selama saya kuliah dulu, terdapat beberapa pekerjaan (yang sebenarnya) sadar ataupun baru sadar saya lakukan selama masa kuliah dulu. Dibawah ini merupakan beberapa pekerjaan yang saya lakukan selama saya kuliah.

Menjual Sticker Universitas

Berjualan sticker mungkin adalah pekerjaan yang secara sadar saya lakukan dan juga mendapatkan upah. Saya menjual sticker universitas diponegoro dengan desain saya sendiri. Saya berjualan sticker ketika Expo Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip Kabupaten Ungaran pada bulan Februari 2017. Modal yang saya keluarkan saat itu sekitar Rp.10000, dan sedikit ide dan keringat untuk mendesain stickernya. Ketika saya berjualan sticker, sticker tersebut saya jualkan di stand desa saya dan saya juga menawarkan ke teman – teman saya. Saya menjual sticker saya dengan harga sekitar Rp.2000. Hasilnya, ternyata banyak yang ingin membeli sticker saya dan saya mendapatkan untung kotor sektiar Rp.60000, jadi untung bersihnya sekitar Rp.50000. Disanalah saya sadar bahwa sebenarnya kemampuan saya di bidang desain bisa saya manfaatkan untuk bisa menghasilkan uang. Tinggal bagaimana strategi dan tekad saya saja untuk bisa sukses bekerja dengan menggunakan kemampuan saya di bidang desain. Bebeberapa hal yang saya pelajari ketika saya berjualan adalah saya harus membuat suatu produk yang baik, bagus dan eye catching, serta harga yang tidak terlalu murah namun tetap terjangkau oleh sasaran.

Menjual Makanan di Expo

Ketika di expo juga, stand desa saya juga berjualan makanan. Kami membuat satu produk makanan dari hasil olahan yang berasal dari kampung dari desa tempat kami KKN. Kami menjual Nugget Tahu yang kami namakan NATARI (Nugget Tahu Langensari). Hasilnya, produk makanan kami terjual habis, dan banyak yang mengatakan bahwa nugget kami enak. Nugget kami memang enak karena di kelompok KKN yang saya pimpin terdapat seseorang yang pintar memasak, dan dengan bantuan dan kerja sama teman – teman di kelompok saya, produk kami terjual dengan sukses. Ya untungnya tidak terlalu banyak, namun dari situ juga saya mendapatkan sebuah pelajaran yaitu pembeli akan membeli makanan kita jika produk yang kita jual memang enak, baik dan menarik. Kemasan yang saya buat untuk produk makanan kelompok saya juga dikatakan teman – teman lain menarik sehingga semakin mempercantik dan memperindah makanan yang kami jual.

Menjadi Tukang Desain

Tukang? Ya Bahasa kasar yang sering saya dengar ketika kita bekerja melakukan sesuatu pasti ada kata Tukang. Saya sering sekali di panggil tukang desain karena saya memiliki kemampuan di bidang Vector Designing. Dari sini mungkin saya pernah mendapatkan upah karena saya bersedia mendesain baik itu desain poster, leaflet, banner, tiket, background. Oh ia kebetulan juga saya merupakan seorang mahasiswa yang ketika saya berada di Himpunan Mahasiswa jurusan saya, saya berada di divisi media dan informasi, jadi terkadang banyak yang minta tolong ke saya untuk dibuatkan desain suatu media tsb. Saya pernah mendapatkan job dimana saya disuruh oleh Dosen saya untuk membuatkan sesuatu, dari situ saya sering diberikan upah yang cukup besar yaitu sekitar Rp. 50.000 - 100.000 (untuk kapasitas seorang mahasiswa seperti saya itu bisa untuk makan selama satu minggu). Saya menjadi tukang desain dari dulu hingga sekarang, dan mungkin saya bersyukur karena dari situ kemampuan desain saya terus saya asah dan mungkin suatu saat saya ingin benar – benar memanfaatkan kemampuan saya ini untuk bisa mendapatkan uang… Who Knows Right?



Menjadi Tukang Komputer dan Analisis Data

Mungkin ini yang sebenarnya baru saya sadari karena sejak dulu sebenarnya saya sejak SMA  sudah menjadi tukang komputer (lagi seorang Tukang), input data dan analisis data. Saya pernah memperbaiki beberapa laptop teman saya dan dosen saya, saya pernah membantu dosen saya input data manual , saya pernah membantu dosen wali saya menganalisis data dan membuat grafik data. Alhamdulillah, saya mendapatkan upah yang cukup besar dari sini, dari Rp. 50000 – Rp. 200.000. Pernah ketika saya membantu dosen wali saya membuatkan sebuah grafik data, ternyata setelah selesai saya ditransfer pulsa Rp.200.000 dan paket internet. Saya benar – benar terkesima dengan itu, dosen wali saya saat itu sedang melanjutkan studi S3 nya di Belanda, oleh karena itu beliau memberikan upah melalui pulsa dan data internet. Kejadian selanjutnya yang pernah membuat saya terkejut adalah dimana saya membantu meng-install software ke laptop dosen saya, kemudian saya diberikan uang Rp. 100.000, saya sangat senang sekali.

Kejadian yang mungkin saya ingat dan tidak saya lupakan adalah ketika saya membantu dosen saya menginput dan mengetik data manual untuk keperluan pekerjaan suaminya. Jadi ceritanya saya saat itu sudah kehabisan uang dan tidak bisa membeli makanan apapun karena saya kehabisan uang bulanan, waktu itu adalah waktu saya presentasi Praktek Belajar Lapangan Masyarakat di bulan Februari 2017. Rencana saya awalnya adalah ketika saya selesai presentasi saya akan mengungsi beberapa hari di rumah Saudara saya di Demak agar saya tetap bisa makan dan sampai ibu saya mengirimkan uang untuk bulan selanjutnya. Ketika itu, tiba – tiba dosen wali saya yang baru (karena dosen wali saya yang lama sedang Studi S3 akhirnya diganti) memita tolong saya untuk menginput data. Ternyata dokumen tersebut untuk keperluan suaminya. Saya mau tidak mau harus melakukannya karena (ternyata teman – teman saya yang se-dosen wali tidak ada yang bisa dan ada sebagian yang tidak respon). Singkat cerita, ternyata dosen saya mengajak bertemu di sebuah rumah makan. Honestly, atau sejujurnya setelah itu saya hanya berharap di traktir makan pagi saja, dan memang benar saya ditraktir makan di sebuah restoran yang menurut saya restoran mahal, namun kejadian tidak terduga pun terjadi setelah saya selesai menginput data. Suami dosen saya memberiakn upah ke saya sebesar Rp. 200.000 kepada saya. Saya tentu saja menolaknya, karena saya memang ingin membantu dosen saya pada awalnya, namun Suaminya mengatakan tidak apa – apa. Dalam hati saya saya tentu saja sangat senang, karena ketika saya benar – benar kehabisa uang, saya mendapatkan rezeki karena membantu orang lain. Saya sangat bersyukur ketika itu dan saya bisa bertahan sampai ibu saya mengirimkan uang bulanan untuk bulan selanjutnya.


Menjadi Asisten Laboratorium Dosen

Ini mungkin pekerjaan yang menurut saya memberikan upah paling banyak. Ketika di tahun terakhir saya kuliah, saya mendaftarkan diri untuk menjadi seorang asisten laboratorium. Bukan hal yang aneh lagi, bahwa tahun terakhir adalah tahun dimana kita semua memikirkan untuk lulus dan menyelesaiakan tugas akhir kita berupa skripsi atau karya tulis ilmiah. Saya memutuskan menjadi seorang asisten laboratorium agar saya tetap produktif dan semangat untuk ke kampus dan menyelesaikan artikel tugas akhir saya untuk bisa lulus, selain itu juga dosen saya menawarkan saya untuk menjadi seorang asisten laboratorium. Pikir saya adalah ya saya juga akan mendapatkan keuntungan dengan menjadi seorang asisten laboratorium dan saya juga mendapatkan sertifikat asisten laboratorium, jadi akhirnya saya mendaftar dan menjadi seorang asisten laboratorium. Ketika saya menjadi seorang asisten laboratorium, saya tidak tahu bahwa saya akan di ‘gaji’, namun ternyata saya mendapatkan gaji sebesar Rp. 247.000. Saya senang dengan hal itu karena lagi – lagi ketika saya diberikan upah tersebut, saya juga hampir kehabisan uang bulanan saya.

Nah, begitulah pengalaman pekerjaan yang pernah saya lakukan selama saya kuliah dulu. Bagaimana dengan anda? Pekerjaan apa saja yang telah anda lakukan selama anda kuliah? Apakah pekerjaan tersebut menghasilkan uang? Apakah pekerjaan tersebut masih berlanjut? Atau bahkan berkembang menjadi sukses dan menjadi pekerjaan utama anda? Silahkan kirimkan cerita, anda melalui kolom komentar yang ada dibawah.



Jika ada yang ingin berkomentar, bertanya, kritik ataupun saran, silahkan kirimkan melalui kolom komentar yang ada dibawah. Jangan lupa like fans page blog ini dan subscribe melalui email, serta jangan lupa share postingan – postingan dari Dee Nutrition’s Blog. Sekian dan Terimakasih.


Author of Dee Nutrition’s Blog 
Share:

Labels